Akhiri Reses, DPR RI Akan Fokus Penanganan Corona dan Dampaknya

38
MB86, Jakarta
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Puan Maharani, akan memimpin Rapat Paripurna Pembukaan Masa Persidangan III tahun Sidang 2019-2020, pada Senin siang (30/03/20). Menurut Puan, Rapat Paripurna harus dilakukan agar DPR RI bisa mulai bekerja melakukan fungsi pengawasan, budgeting dan legislasi, terutama disaat darurat wabah Corona Virus Desease (Covid-19) sekarang ini.
“Dalam masa darurat, semua kegiatan DPR RI akan diarahkan untuk membantu atasi wabah Corona. Kalau tidak ada sidang paripurna, maka status DPR RI akan tetap reses, tidak bisa melakukan fungsinya secara maksimal,” terang Puan.
Selain akan fokus pada penanganan wabah virus Covid-19, DPR RI juga akan mencari formulasi untuk membantu Pemerintah mengatasi dampak-dampak wabah Corona, terutama dampak social ekonominya.
“Misalnya, desain Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sudah tidak sesuai asumsi-asumsi yang digunakan. Karenanya dibutuhkan penyesuaian dan perubahan baik dari sisi penerimaan, belanja dan pembiayaan, yang fokusnya pada penanganan wabah Corona serta penanggulangan dampak sosial dan ekonominya,” tutur Puan.
Ketua DPR RI menambahkan, DPR RI akan memberikan dukungan penanganan pandemic virus Covid-19 melalui fungsi-fungsi anggaran, legislasi maupun pengawasan, agar masyarakat terlindungi dari aspek kesehatan maupun ekonomi.
Puan menambahkan, Rapat Paripurna DPR RI mempunyai mekanisme tersendiri sesuai tata tertib persidangan, misalnya adanya syarat harus ada kehadiran fisik tiga Pimpinan DPR RI Ydan separuh lebih Anggota hadir untuk memenuhi kuorum. Namun karena mematuhi protocol pencegahan pandemi Covid-19, maka Rapat Paripurna disesuikan dengan anjuran physical distancing.
Penyesuaian itu dilakukan dengan membatasi kehadiran fisik peserta Rapat Paripuran yang hanya menghadirkan 3 Pimpinan DPR RI, 9 Ketua Fraksi dan Ketua-ketua Alat Kelengkapan Dewan (AKD). Adapun Anggota-anggota lain, bisa mengikuti rapat secara virtual, menggunakan fasilitas teleconference.
“Rapat akan berlangsung cepat, tidak ada pengambilan keputusan, hanya membuka masa persidangan III saja,” tutur Puan.
Selain mengurangi kehadiran fisik peserta, Rapat Paripurna akan memberlakukan protocol darurat pencegahan virus Covid-19 secara ketat. Misalnya akses masuk menuju ruang Rapat Paripurna hanya satu pintu. Peserta rapat akan di cek suhu tubuhnya, disemprot disinfektan dan wajib membersihkan tangan dengan handsanitizer, sebelum masuk ruang rapat. Posisi duduk peserta rapat juga diatur untuk menjaga jarak, karena itulah Rapat Paripurna diadakan di Gedung Nusantara yang kapasitasnya lebih luas. Selain peserta rapat tidak diperkenankan masuk area Gedung Nusantara.
Untuk kepentingan media, Rapat Paripurna juga diatur sesuai protokol darurat wabah Corona. Untuk media elektronik akan ada Televisi (TV) pool. Para Wartawan yang biasa meliput di DPR RI, juga bisa mengikuti Rapat Paripurna melalui livestreaming yang disediakan oleh Biro Pemberitaan DPR RI. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here