Akibat Malapetaka 6 Pekerja PETI, Pemilik lahan dan Pemodal Telah Berstatus Tersangka

14
Bidik 86, Kuansing
Aktifitas Penambang Emas Tanpa Izin (PETI) yang menjadi malapetaka bagi para 6 pelakunya, telah menyeret pemilik lahan yang berperan sebagai perekrut pekerja, pemodal, serta penyedia alat.
Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Kuansing, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Henky Poerwanto, SIK, MM, membenarkan adanya penetapan sebagai tersangka NP alias Ibu MN (62).
“Hari ini, Kamis, tanggal 03 September 2020, Penyidik Satreskrim Polres Kuansing telah melakukan pemeriksaan terhadap NP alias Ibu MN sebagai tersangka, dimana sebelumnya telah diperiksa sebanyak 2 kali sebagai saksi pada tanggal 29 Agustus dan September 2020,” terang AKBP Henky.
Henky menuturkan, tersangka dijerat Pasal 158 Undang-Undang (UU) Nomor 4 tahun 2009 Jo Pasal 55 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) dan 359 KUHP. Sebelumnya, Penyidik telah menetapkan 2 orang tersangka yakni a/n S dan K yang juga sebagai pekerja aktifitas PETI.
Saat ini, sebut Henky, Polisi tengah melengkapi berkas perkaranya, untuk Penyidik diagendakan melakukan pemeriksaan terhadap saksi ahli dari Dinas Pertambangan, Energi dan Sumber Daya Manusia (SDM) Provinsi Riau, serta ahli pidana dari Universitas Riau (UNRI) di Pekanbaru, besok pada Jum’at tanggal 04 September 2020.
“Kasus ini menjadi atensi untuk segera ditindaklanjuti, kami juga turut prihatin, ternyata masih ada masyarakat yang belum mau mematuhi himbauan dan warning dari kami agar tidak melakukan aktifitas PETI,” jelas AKBP Henky.
Sebelumnya, upaya preemtif, preventif dan represif, telah dilakukan pihak Polres Kuansing. Bahkan di tahun ini sudah sebanyak 21 orang ditetapkan sebagai tersangka terkait aktifitas PETI. Kami akan terus berupaya tingkatkan upaya preemtif, preventif dan represif, agar PETI betul-betul berhenti.
Semoga ini menjadi pembelajaran bagi masyarakat yang lainnya, bahwa selain merusak lingkungan, aktifitas PETI juga membahayakan pelaku itu sendiri, serta masyarakat sekitarnya. Kami juga terus meminta partisipasi dari Pemerintah Daerah (Pemda) dan seluruh elemen masyarakat, untuk membantu mencegah terjadinya aktifitas PETI. (Red)
Sumber:
Anhar Rosal

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here