Anies yang Mencoba Memancing Ikan di Air yang Keruh

27
MB86, Jakarta
Oleh: Saiful Huda Ems (Advokat, Penulis dan Ketua Umum Pimpinan Pusat Ormas Harjo)
Ibarat pepatah, Memancing Ikan di Air yang Keruh, Anies telah membatasi operasional transportasi umum di Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta, meski dengan dalih untuk menghalau penyebaran Corona Virus Covid-19, tetapi Anies tidak mengerti, bahwa kebijakannya yang terlalu reaktif itu malah mengakibatkan terjadinya kerumunan ribuan orang di berbagai Stasiun-stasiun dan di Halte-halte bus way di DKI Jakarta. Mereka antri beli tiket hingga panjangnya puluhan meter. Tol dalam Kota pun macet, bahkan banyak warga Jakarta yang karena aktivitas kesehariannya seperti belajar mengajar, berbisnis dan lain-lainnya di stop, malah berhamburan ke Luar Kota yang mengakibatkan terjadinya pula macetnya kendaraan di Tol Jakarta-Bogor-Ciawi (Jagorawi).
Konsentrasi masa dalam kerumunan seperti demikian, malah akan mempercepat penyebaran virus di DKI Jakarta dan bisa-bisa akan dibawa pula menyebar ke Luar Kota, khususnya di daerah Depok, Bogor dan daerah-daerah disekitarnya. Kita semua semakin tidak mengerti apa yang ada di kepala Anies dengan kebijakannya yang seperti itu. Jakarta itu terlalu rawan chaos, sentimen rasialisme, di Jakarta juga sangat tinggi yang ditandai dengan “perang politik” terbesar disepanjang sejarah Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Indonesia, yakni Pilkada DKI Jakarta 2017. Jika keadaan yang seperti demikian itu di salahpergunakan oleh kelompok-kelompok yang tidak bertanggung jawab, yang sudah sekian lama ngebet ingin merebut kekuasaan dari Pemerintah Pusat, maka Indonesia akan segera jatuh dalam kekacauan.
Kami sadar sesadar-sadarnya, bahwa sejak semula Pemerintah Pusat memang terlihat agak lambat dan tidak transparan dalam menginformasikan pada masyarakat mengenai upaya pencegahan secara maksimal penyebaran Corona Virus Covid-19 ini, bahkan sudah lama Penulis mengingatkan pada Pemerintah Pusat agar tidak main-main dan terlalu lamban menghadapi penyebaran virus ini. Penulis bahkan sempat mengkritisi ulah beberapa Pejabat Negara yang terlalu demonstratif tidak bersedia menggunakan masker di daerah rawan penyebaran virus, demi untuk mengesankan Indonesia bebas Virus Corona. Dan yang terjadi kemudian, Menteri Perhubungan Republik Indonesia (Menhub) RI, posifif terinfeksi Corona Virus.
Namun meski demikian, kita pun tidak ingin keterlambatan penyikapan Pemerintah Pusat soal pencegahan penyebaran virus ini lalu dimanfa’atkan dengan sempurna oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, untuk mendramatisir persoalan, hingga terkesan sangat lebay dan alay. Anies dengan seenaknya kemudian menelikung Pemerintah Pusat dengan menggelembungkan informasi penduduk yang terinfeksi Corona Virus berlipat-lipat, dengan mempersiapkan penjualan masker dan ketika penduduk panik, mereka terpaksa harus membeli masker Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, dengan harga mahal di saat di Kota-kota lainnya seperti Surabaya dan Jawa Tengah (Jateng), masker dibagikan secara gratis oleh Kepala Daerahnya.
Tidak hanya itu, kebijakan semi lockdown oleh Anies ternyata juga sangat kontradiktif. Ia melarang warganya untuk mendatangi tempat-tempat berkumpulnya massa, akan tetapi disaat yang sama, ia mengizinkan pula dilakukannya berbagai aksi massa melawan Pemerintah Pusat, yang berati banyak orang yang berkumpul di sana. Anies melarang warganya untuk tidak mendatangi tempat-tempat hiburan, tetapi di saat yang sama, ketika Sekolah-sekolah ia paksa untuk diliburkan, kegiatan-kegiatan lainnya yang mendatangkan banyak orang dihentikan, warganya malah banyak yang berbondong-bondong pergi ke Puncak Bogor.
Anies selalu berfikir pendek, tidak berfikir panjang yang mendatangkan berbagai efek atau akibatnya. Ataukah memang semua itu telah disadarinya, dipersiapkannya untuk tidak terlalu lama menunggu Suksesi Kepemimpinan Nasional 2024 yang akan turut diperebutkannya? Beruntung Presiden Joko Widodo (Jokowi) sekarang mulai bergerak cepat untuk mengantisipasi merebaknya penyebaran Corona Virus Covid-19 ini, kita sebagai rakyat wajib mendukung usahanya, agar Politisi-politisi oportunis seperti Anies, dapat segera terkubur dalam garba kesadaran rakyat yang mulai muak menyaksikan tingkah polah manusia-manusia yang diberi amanah kepemimpinan, namun malah licik dan menyusahkan warganya. (Red)
16 Maret 2020.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here