Bappenas: Semua Perlu Melek Teknologi di Tengah Pandemi

20
MB86, Jakarta
Bekerja dari rumah dan bisa dimana saja pasti melekat pada sistem kerja media kreatif atau startup digital. Sektor bisnis mereka lebih dinamis, sangat fleksibel dan menggunakan akses digital. Nyatanya, para pekerja yang bisa bekerja dimana saja, kapan saja, akan membuat mereka lebih berkembang. Bayangkan jika mereka harus terkurung dalam bilik ruangan Kantor yang itu-itu saja, pasti akan terasa ‘mumet’, ide tidak bisa mengalir.
Bagi generasi milenial yang menjunjung tinggi kebebasan, tentunya lebih tertarik dengan sistem bekerja dimana saja. Toh, semua data sudah disimpan secara digital, sehingga siapa saja bisa mengaksesnya tanpa perlu harus datang ke Kantor. Sistem ini mulai dilirik oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), dimana mulai banyak kaum milenial yang menghuni di sana. Para Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian PPN/Bappenas pun mencetuskan sistem kerja Integrated Digital Work (IDW) dan juga Flexi Work.
Sebenarnya apa sih yang sedang diterapkan oleh Bappenas? Para ASN Bappenas akan ngantor dimulai dengan mengakses flexiwork.bappenas.go.id, absen clock-in, mengerjakan serangkaian rapat virtual, berkoordinasi dengan atasan dan rekan kerja melalui pesan aplikasi, bahkan bisa mengunggah hasil pekerjaan melalui aplikasi Cloud. Dari namanya yang menggunakan kata digital, Bappenas tengah mengajak ASN-nya untuk melek teknologi. IDW adalah sarana atau fasilitas virtual untuk memantau progres kinerja Kementerian PPN/Bappenas dan program pembangunan nasional terintegrasi, sementara fleksi work mengacu pada bekerja secara fleksibel, baik dari segi waktu dan tempat.
Menteri Suharso Monoarfa, ingin membuat gebrakan baru bagi ASN di lingkungan kerjanya, bahwa definisi ‘ngantor’ seakan tak bisa dipisahkan dengan ‘online’. IDW dan fleksi work melambangkan kondisi dunia saat ini yang memasuki era komunikasi tanpa batas. Seperti pengabdian para ASN yang seharusnya tanpa batas.
Kementerian PPN/Bappenas sudah menjalankannya sistem ini sejak tahun lalu. Hasilnya produk perencanaan pembangunan semakin berkualitas, karena kerja sama yang semakin kuat antara para perencana. Sharing knowledge pun menjadi lebih mudah. Sudah ada 64 ribu aktivitas dan 1000 lebih assignments yang juga sudah diselesaikan di lingkungan Kementerian PPN/Bappenas, setelah menerapkan sistem IDW dan Flexi Work.
Menteri Suharso menjelaskan, bahwa penerapan kerja dari luar Kantor ini, merupakan amanat dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk selalu menciptakan inovasi yang di kemudian hari dapat menjadi percontohan bagi seluruh Kementerian/Lembaga di Indonesia.
Wabah Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) yang melanda Negara Indonesia, tentunya telah mengubah sistem bekerja hampir di semua sektor usaha. Seperti anjuran Presiden, untuk physical distancing dan social distancing, maka hampir semua Perusahaan di Jakarta menerapkan Work From Home (WFH). Bagi Kementerian PPN/Bappenas tentunya istilah WFH akan sangat terelasi dengan fleksi work yang sudah lebih dulu diterapkan di sana. Bedanya, jika dulu hanya beberapa kedeputian saja yang menerapkan sistem ini, kini hampir merata ke semua kedeputian.
Sudah dapat dipastikan setelah wabah ini berlalu, sistem kerja baik di Kementerian PPN/Bappenas ataupun di Kementerian/Lembaga lain, pasti akan mengalami perubahan. Tentunya, semua sistem akan semakin canggih dan kreatifitas Sumber Daya Manusia (SDM)-nya akan menjadi lebih kreatif. (Red)
Minggu, 03 Mei 2020
Tim Komunikasi Publik
Kementerian PPN/Bappenas

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here