Baznas Bantu APD ke RS, Kemenag: Ziswaf Harus Terdepan Bantu Masyarakat

20
MB86, Jakarta
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menyalurkan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) Tim medis Rumah Sakit (RS) Haji Jakarta dan RS Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah. Bantuan APD yang diserahkan berupa baju hazmat, kacamata safety, boot, dan cover shoes.
Bantuan ini diserahkan oleh Kepala Program RS Baznas, Reza Ramdhoni, kepada Ketua Tim Satuan Tugas Corona Virus Desease (Satgas Covid-19) RS Haji Jakarta, Dr. Mahesa dan Direktur Utama (Dirut) RS UIN Syarif Hidayatullah, Dr. Amir Fauzi, MARS di RS Haji, Pondok Gede, pada 30 Maret 2020.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Dirjen Bimas) Islam, Kamaruddin Amin, mengapresiasi langkah Baznas. Menurutnya, wabah Virus Corona atau Covid-19 merupakan ujian, sekaligus momentum bagi umat Islam untuk mengaktualisasikan nilai dan pesan agama yang otentik dengan mengoptimalkan peran Zakat, Infaq, Sedekah dan Waqaf (Ziswaf), dalam membantu sesama yang membutuhkannya.
“Saatnya Ziswaf tampil sebagai instrumen powerfull dan berperan fundamental mengatasi Covid-19 ini, dengan program nyata yang membantu dan memberdayakan masyarakat,” tegasnya, di Jakarta, Rabu (01/04/20).
Terpisah, saat menyerahkan bantuan, Kepala Program RS Baznas, Reza Ramdhoni mengatakan, penyaluran bantuan APD ini memang diprioritaskan, mengingat beberapa RS saat ini mengalami kesulitan untuk mendapatkannya.
“Baju hazmat, kaca mata safety, boot, adalah kebutuhan yang sangat mendesak, diperlukan tenaga medis. Sebab, merekalah yang berada di garis depan penanganan Covid-19 ini. Tim medis sangat bergantung pada alat pelindung tersebut, untuk menjaga mereka agar tidak tertular dari virus,” ujar Reza.
Reza berharap, bantuan yang diberikan dapat membantu para tenaga medis dalam penanganan pasien Covid-19. Menurutnya, beban berat yang dipikul tenaga medis sebagai ujung tombak penanganan pasien Covid-19, harus diimbangi dengan perlindungan mereka dalam menjalankan tugas.
“Semoga bantuan APD menjadi awal untuk memberikan dukungan kepada para tenaga medis lainnya dalam perjuangan melawan Covid-19,” jelasnya.
Direktur Baznas, M. Arifin Purwakananta menjelaskan, bahwa bantuan ini bersumber dari dana kemaslahatan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Arifin mengapresiasi BPKH atas sinergi yang terjalin, dalam memberikan bantuan untuk penanganan Covid-19.
“Terima kasih kepada BPKH atas kerjasamanya. Ini semakin menunjukkan bahwa peran zakat, peran dana umat, dalam situasi genting ini sangat dibutuhkan. Kita berharap, ini akan memberikan suatu kesadaran kepada umat untuk semakin bersemangat di dalam berbagi dan bersedekah, demi menyelamatkan umat dari pandemi,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Badan Pelaksana BPKH, Anggito Abimanyu berharap, bantuan yang diberikan akan bermanfa’at dalam membantu Petugas medis melayani pasien Covid-19.
“Semoga bantuan ini bermanfa’at membantu mereka yang mungkin diisolasi dan dilayani di RS Haji dan RS UIN. Kami percaya, Baznas dapat mampu menyalurkan dengan cepat dan tepat serta amanah,” ucapnya.
Selain pemberian APD, BPKH dan Baznas tidak menutup kemungkinan memberikan bantuan barang kelengkapan lainnya, untuk menunjang pekerjaan Tim kesehatan, menangani pasien Covid-19.
Bantuan tersebut antara lain bisa dalam bentuk pembangunan ruang isolasi dan pemenuhan kebutuhan alat Laboratorium (Lab) yang dibutuhkan oleh Tim medis.
Bantuan yang merupakan tindak lanjut dari inisiatif Kementerian Agama (Kemenag) dalam mendorong BPKH dan Baznas membantu penanggulangan Covid-19 ini, diharapkan dapat meningkatkan layanan bagi masyarakat terdampak. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here