Belum Sempat Nikmati Hasil Kejahatannya, Sang Buser Gadungan Kini Mendekam di Balik Jeruji Besi

38
MB86, Pasuruan
Komplotan yang berjumlah 5 orang asal Kabupaten Sidoarjo dan Kota Surabaya, dibekuk oleh Tim Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) unit Vl Kejahatan dan Kekerasan Kepolisian Resor (Jatanras Polres) Pasuruan, Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) pada Jum’at (27/03/20) sekira pukul 10.00 WIB pagi.
Kelima orang tersebut ditangkap lantaran diduga telah melakukan tindak pidana pemerasan kepada korban MS, seorang penjual Bahan Bakar Minyak (BBM) Pom Mini di wilayah Desa Gununggangsir, Kecamatan Beji, Kab. Pasuruan.
Mendapat informasi adanya kejadian pemerasan, spontan dengan sigap dan cepat Anggota Satreskrim dari unit Vl Jatanras, dibantu Anggota Lalulintas (Lantas) Polres Pasuruan yang sedang melaksanakan Operasi Pekat Semeru 2020 dibantu warga sekitar, melakukan pengejaran terhadap para pelaku.
Alhasil, kelima pelaku tersebut berhasil ditangkap di jalan raya daerah Kampung Baru, Kec. Bangil, Kab. Pasuruan, tepatnya di depan Bank Mandiri. Benar saja, saat dilakukan interogasi kepada para pelaku tersebut, mereka mengakui telah melakukan tindak pidana pemerasan terhadap korban MS.
“Berkat informasi adanya tindak pemerasan, saat itu kami bersama Anggota Lantas dan dibantu warga sekitar dalam pengejaran, berhasil mengungkap dan menangkap pelaku tindak pidana pemerasan,” kata Ajun Komisaris Polisi (AKP) Adrian Wimbarda, selaku Kepala Satuan (Kasat) Reskrim, Polres Pasuruan.
Bahkan dalam melancarkan aksi pemerasan tersebut, beberapa dari pelaku ada yang mengaku sebagai Anggota Kepolisian (Buser). Selanjutnya menuduh korban MS telah menimbun BBM dan berdalih akan membawa korban ke Polres.
Belum sempat menikmati hasil dari tindak kejahatan pemerasan yang dilakukan, para pelaku harus menerima hadiah pahitnya tidur di dalam jeruji besi.
Diketahui, bahwa dari kelima pelaku tersebut masing-masing bernama Chandra Irawan (35) warga Kelurahan Wedoro, Kec. Waru, Kab. Sidoarjo, Achmad Hanafi (33) warga Kel. Sambungrejo, Kec. Sukodono, Kab. Sidoarjo, Bemi Sudiarto (35) dan Budi Prasetyono (32) warga asal sama yakni Ds. Peraktimur, Kec. Pabean, Kota Surabaya, serta pelaku
Bagus Tegar Prasetyo (27) warga Kel. Putatjaya, Kota Surabaya.
Kejadian bermula pada saat itu, Jum’at (27/03/20) sekira pukul 05.30 WIB pagi, pelaku dengan mengendarai mobil Daihatsu Sirion warna putih ber-Nomor Polisi (Nopol) W1865RT warna putih, mengikuti korban saat membeli BBM disebuah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Gondanglegi, Kec. Beji.
Kemudian korban menuju ke kios Pom Mini miliknya, di Dusun Minggir, Ds. Cangkringmalang, Kec. Beji, Kab. Pasuruan. Setelah itu, 3 orang pelaku mendatangi korban, sedangkan yang 2 pelaku lain, menunggu di dalam mobil.
Aksi drama pun dilakukan, pelaku atas nama Bemi Sudiarto mengaku dari Buru Sergap (Buser) Polres dan menuduh korban menimbun BBM. Selanjutnya mengancam akan membawa korban ke Polres Pasuruan dan meminta uang kepada korban sebesar Rp2.500.000-, berdalih untuk menyelesaikan masalah.
Namun saat itu korban hanya mempunyai uang Rp400.000 yang berada di meja kasir Pom Mininya, akan tetapi tersangka tetap meminta uang sebesar Rp2.500.000-,.
Kemudian korban mencari uang sebesar Rp2.500.000-, dengan cara hutang ke tetangganya dan setelah itu pelaku mengambil uang Rp400.000-, yang di meja kasir Pom Mini tersebut.
Belum sempat menikmati hasil dari tindak kejahatan pemerasan yang dilakukan, para pelaku harus menerima hadiah pahitnya, tidur di dalam sel tahanan dan terancam jeratan dengan Pasal 368 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Tindak Pidana Pemerasan.
“Setelah kita amankan pelaku berikut beserta Barang Bukti (BB) hasil dari tindak kejahatannya, kemudian yang bersangkutan kami bawa ke Polres Pasuruan, guna proses Penyidikan (Sidik) lebih lanjut,” tambah AKP. Adrian. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here