Cegah Covid-19, Pemerintah Tutup Pintu Masuk, Arus Balik Menuju Jakarta

29
MB86, Jakarta
Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Polri, Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol) Argo Yuwono mengatakan, bahwa pihak Polri akan memberlakukan penyekatan jalur-jalur utama arus balik yang menuju ke wilayah Ibu Kota Jakarta, dari berbagai daerah.
Argo menghimbau, agar masyarakat tidak kembali masuk ke Jakarta, sebagaimana diketahui, bahwa kasus positif Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) di Ibu Kota, paling tinggi.
“Bagi masyarakat yang tidak memiliki keterampilan khusus dan tidak memiliki suatu keahlian, diharapkan untuk tidak kembali ke Jakarta,” kata Argo.
Selain itu, Argo juga menjelaskan, bahwa Provinsi Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta, juga sudah melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diatur dalam Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Jakarta, Nomor 47 tahun 2020 dan dalam hal ini, telah diperpanjang sampai tanggal 04 Juni 2020. Artinya, bahwa selama masa PSBB, maka setiap orang dilarang memasuki wilayah dengan pengecualian, sebagai upaya memutus rantai penularan Covid-19.
Dalam pelaksanaan penyekatan-penyekatan tersebut, Petugas dari unsur Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri), akan berjaga di masing-masing lokasi yang ditentukan. Kemudian mereka akan memutarbalikan kendaraan yang akan kembali ke Jakarta.
“Artinya, bahwa kita berharap, semuanya untuk patuh dan kemudian mengikuti apa yang menjadi kebijakan Pemerintah,” jelas Argo.
Adapun penyekatan arus balik yang dilakukan pada tiap-tiap wilayah meliputi:
Penyekatan Arus Balik Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim):
1. Penyekatan antar Provinsi, di jalur Tol:
 – Wilayah Ngawi-Sragen, di Gate Tol Ngawi, Km 679.200.
2. Penyekatan antar Provinsi, di jalur arteri:
– Tuban-Rembang, di Pos Bancar.
– Pelabuhan Ketapang, Jl. Raya Situbondo.
– Bojonegoro-Cepu, di Pos Padangan.
– Magetan-Karanganyar, di Pos Cemoro Sewu.
– Pacitan-Solo, di Ds. Glonggong Donorojo.
– Ponorogo-Wonogiri, di Desa Biting, Kecamatan Badegan.
– Ngawi-Sragen, di Mantingan.
3. Penyekatan arus balik antar Kota/Kabupaten, di jalur arteri:
a. Jalur Pantai Utara (Pantura)/Arteri:
– Tuban dengan Lamongan.
– Lamongan dengan Gresik.
– Gresik-Surabaya.
– Surabaya-Sidoarjo.
– Sidoarjo-Pasuruan.
– Pasuruan-Probolinggo.
– Probolinggo-Situbondo.
– Situbondo-Banyuwangi.
b. Jalur Tengah:
– Ngawi-Magetan.
– Magetan-Madiun.
– Madiun-Nganjuk.
– Nganjuk-Kediri (Mengkreng).
– Kediri-Jombang.
– Jombang-Mojokerto.
– Mojokerto-Sidoarjo.
– Sidoarjo-Surabaya.
– Sidoarjo-Pasuruan.
– Pasuruan-Malang.
c. Jalur Selatan:
– Banyuwangi-Jember.
– Jember-Lumajang.
– Malang-Blitar.
– Blitar-Tulungagung.
– Tulungagung-Trenggalek.
– Trenggalek-Pacitan.
Penyekatan Arus Balik Polda Jawa Tengah (Jateng):
1. Penyekatan antar Provinsi, di jalur Tol:
– Wilayah Sragen, di Exit Sragen, Km 528.
– Gate Tol Banyumanik, Km 421.
2. Penyekatan antar Provinsi, di jalur arteri:
– Rembang (Sarang).
– Blora (Simpang 3 Ketapang).
– Wonogiri (Selogiri).
– Sragen (Sambung Macan).
3. Penyekatan arus balik antar Kota/Kabupaten, di jalur arteri/jalur Pantura:
– Rembang dengan Pati.
– Pati dengan Kudus.
– Kudus dengan Demak.
– Demak dengan Semarang.
– Semarang dengan Kendal.
– Kendal dengan Batang.
– Batang dengan Pekalongan.
– Pekalongan dengan Pemalang.
– Pemalang dengan Tegal.
– Tegal dengan Brebes.
Penyekatan Arus Balik Polda Jawa Barat (Jabar):
Penyekatan Jalur Tol:
1. Jalur Tol Indikator dari Gerbang Tol Palimanan Utama:
a. Tegal Karang.
b. Plumbon.
c. Ciperna Timur.
d. Kanci.
e. Ciledug (perbatasan dengan Brebes).
2. Jalur Tol Indikator, dari Gerbang Tol Cikatama:
a. Kalijati.
b. Cilameri.
c. Cikedung.
d. Kertajati.
e. Sumber Jaya.
3. Jalur Tol Indikator, dari Gerbang Tol Kalitama:
a. Sadang.
b. Jatiluhur.
c. Cikamuning.
4. Jalur Tol Japek Indikator, di KM 47 B
a. Kalihurip.
b. Karawang Timur.
c. Karawang Barat.
Penyekatan Jalur Arteri:
1. Polres Sukabumi, di Gunung Buthak, berbatasan dengan Prov. Banten.
2. Kepolisian Resor Kota (Polresta) Cirebon, di:
a. Susukan/Losari (Brebes).
b. Ciledug Arteri (Brebes).
3. Polres Kuningan, di Cibimbin (Brebes).
4. Polres Banjar, di Cijolang (Cilacap).
5. Polres Ciamis, di Pos Kalikucang (Cilacap).
Penyekatan Arus Balik Polda Banten:
1. Batas DKI Jakarta.
– PCP Citra Raya.
– PCP Pasar Kemis.
– PCP Kronjo.
– PCP Tigaraksa.
– PCP Solear.
– PCP Jayanti.
– PCP GT. Cikupa.
– PCP Simpang Asem.
– PCP Simpang Pusri/KSB.
2. Batas Jabar
– PCP Jasinga.
– PCP Cilograng.
– PCP Gayam.
3. Batas Sumatera
– PCP Gerem.
– PCP Pelabuhan Merak.
– PCP Pelabuhan BBJ Bojonegara.
Dari pemberlakuan penyekatan dibeberapa titik tersebut, masyarakat diminta agar mematuhi aturan yang telah ditetapkan, sebagai bentuk memutus rantai penularan Covid-19.
“Itu yang kita lakukan dan kita berharap, masyarakat untuk menta’ati kaitannya dengan apa yang menjadi program, maupun yang telah disampaikan oleh Pemerintah, yaa. Ini kita belajar, kemudian kita patuh, jangan sampai kita menjadi korban yaa, itu di situ,” jelas Argo.
“Kita harus memberikan contoh teladan kepada keluarga kita sendiri, lingkungan kita sendiri, Negara kita sendiri,” pungkas Argo. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here