Danrem 071/Wijayakusuma Dampingi Pangdam IV/Diponegoro dan Kapolda Jateng, Tinjau Dapur Lapangan

28
MB86, Cilacap
Komandan Komando Resor Militer (Danrem) 071/Wijayakusuma, Kolonel Kav. Dani Wardhana, S.Sos, MM, M.Han,  mendampingi Panglima Kodam (Pangdam) IV/ Diponegoro, Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Mochamad Effendi dan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jateng, Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol) Ahmad Luthfi, saat melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) dalam rangka pengecekan Pos Pengamanan (Pam) Terpadu Pantau Covid-19 (Operasi Ketupat Candi 2020) di Mergosari, perbatasan Jawa Tengah (Jateng)–Jawa Barat (Jabar), serta peninjauan Dapur Lapangan di Kecamatan Majenang, Cilacap, Selasa (19/05/20).
Pangdam IV/ Diponegoro, Mayjen TNI Mochamad Effendi menyampaikan, bahwa kegiatan Dapur Lapangan yang didirikan Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dan Pemerintah Daerah (Pemda) Cilacap ini, bertujuan untuk berbagi meringankan apa yang dirasakan masyarakat yang terdampak Corona Virus Desease 2019 (Covid-19).
“Apa yang kita lakukan ini, sebagai rasa senasib sepenanggungan sesama WNI, akibat dampak mewabahnya pandemi Covid-19. Meskipun yang kami lakukan ini belum bisa memuaskan, paling tidak kami berusaha untuk bagaimana ikut merasakan dan meringankan apa yang dirasakan saudara-saudara kita”, terangnya.
Terkait dengan adanya kegiatan mudik, Pangdam menyampaikan, untuk jajaran TNI siap memback-up dan mendukung Polri. Pangdam juga berpesan untuk seluruh Anggota TNI yang bertugas, agar selalu siap siaga, jangan lengah selama bertugas dan harus selalu faham dengan situasi dan kondisi (sikon).
“Dalam situasi pandemi Covid-19 ini, jangan sampai pemudik lolos dari pantauan Petugas Pam. Untuk itu, pada jam-jam tertentu, Petugas jaga harus bergantian dalam melakukan pengawasan, jangan lupa menjaga kesehatan, sehingga pandemi Covid-19 bisa diakhiri,” pungkasnya.
Sementara itu Kapolda mengatakan, di tengah wabah Covid-19 pihak Kepolisian dan TNI bekerjasama bahu-membahu dalam pencegahan penyebaran Covid-19.
”Pencegahan Covid-19 adalah tanggung jawab kita bersama, namun demikian, tanpa ada dukungan dan kesadaran dari masyarakat, pencegahan Covid-19 akan susah dilaksanakan,” katanya.
“Masalah mudik lebaran, masyarakat yang memaksakan diri untuk mudik, terpaksa harus dikarantina selama 14 hari dan harus di cek kesehatannya,” tegas Kapolda.
Di tempat yang sama, Bupati Cilacap, Tatto Suwarto Pamuji menyampaikan, bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cilacap, sudah menyediakan tempat karantina, bahkan kepada seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Cilacap, ikut serta menjadi Pembina Wilayah sampai ke Kecamatan, dalam tugas pencegahan Covid-19.
“Kab. Cilacap telah menyiapkan tempat karantina yang tersebar di tiap Kecamatan, yang diperuntukan bagi para pemudik yang tetap memaksakan diri mudik. Tetapi alhamdulillah, warga Cilacap yang ada di perantauan sudah mulai sadar untuk tidak mudik saat lebaran,” tambahnya.
“Kami Pemda Cilacap beserta segenap Forkopimda, selalu bekerjasama dalam memerangi Covid-19, insya Allah di Cilacap tidak akan ada penambahan pasien Covid-19,” harapnya.
Sebelum rombongan Pangdam dan Kapolda meninggalkan Majenang, Pangdam, Kapolda, Danrem dan Bupati, berkenan menyerahkan bantuan Sembilan Bahan Pokok (Sembako) dan nasi kotak kepada perwakilan masyarakat. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here