Dikonfirmasi, Kapolsek Kembangan Blokir Komunikasi. PPWI: Semestinya Diberhentikan dari Jabatannya!

10
Bidik 86, Jakarta
Keterbukaan informasi dari Aparat Keamanan, cukup penting untuk memberikan rasa nyaman kepada masyarakat. Apa yang dilakukan oleh Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Kembangan, Komisaris Polisi (Kompol) Imam Irawan dengan memblokir komunikasi terhadap Wartawan, cukup disesalkan.
Hal ini diungkapkan oleh Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (Ketum PPWI), Wilson Lalengke, di Jakarta, Sabtu (28/11/20).
“Kapolsek yang tidak melayani pertanyaan atau permintaan konfirmasi dan klarifikasi serta keterangan dari wartawan maupun warga masyarakat, semestinya diberhentikan dari jabatannya,” tegasnya.
Hal ini karena mereka di gaji rakyat untuk bekerja melayani rakyat, termasuk dalam hal memberikan informasi yang diperlukan oleh rakyat. Rakyat butuh informasi terkait segala hal yang menyangkut kepentingan mereka, khususnya terkait keamanan, keselamatan dan kenyamanan hidup di lingkungan masing-masing.
“Saat ini, rakyat butuh informasi dari para pihak terkait, termasuk dari aparat Polri. Pandemi Covid-19 menjadi ancaman keselamatan warga setiap saat, dimana saja, yang dapat menimpa siapa saja. Oleh karena itu, masyarakat perlu perlindungan dari Aparat Negara, baik dari pihak kesehatan maupun pengamanan,” jelas Wilson.
Keengganan Aparat memberikan informasi kepada masyarakat melalui media dengan menolak memberikan jawaban, klarifikasi, keterangan dan informasi lainnya kepada Wartawan, menunjukkan bahwa Oknum Aparat itu tidak profesional. Oknum seperti ini sudah selayaknya dicopot dan diganti dengan yang mampu melaksanakan tugas sebagaimana seorang Aparat Polisi.
“Tindakan mengabaikan permintaan informasi, jawaban, konfirmasi dan sejenisnya dengan cara memblokir jalur komunikasi Pekerja Media dan warga masyarakat, merupakan tindakan kekanak-kanakan dan tidak bertanggung jawab,” tandasnya. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here