E-INOBUS Produksi PT. INKA Siap Dipasarkan

6
Bidik 86, Madiun
Tak hanya memproduksi KA, Industri Kereta Api (INKA) menyatakan siap memasarkan bus listrik buatannya yang bernama E-INOBUS, guna menjawab tantangan dan kebutuhan transportasi masa depan yang ramah lingkungan.
“Rencananya, Perpres yang baru untuk angkutan dalam Kota nantinya sebisa mungkin menggunakan bus listrik. Jadi, kami telah mempersiapkan diri untuk itu,” ujar Agung Sedaju, Direktur Pengembangan PT. INKA (Persero), Minggu (01/11/20).
Menurutnya, E-INOBUS saat ini telah mendapatkan Sertifikat Uji Tipe (SUT) kendaraan bermotor dari Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor (BPLJSKB).
“INKA juga sedang melakukan uji jalan untuk ketahanan terhadap E-INOBUS, yang penting dilakukan sebelum bus listrik tersebut diproduksi secara massal,” terangnya.
Agung Sedaju menjelaskan, bus listrik tersebut sudah dipesan oleh Pemerintah Kongo. Pesanan tersebut merupakan bagian dari kontrak proyek yang telah ditandatangani INKA dengan Kongo, untuk pengerjaan transportasi Kereta dan Listrik.
“Saat ini yang sudah pesan dari Kongo ada 360 unit. Mereka sangat tertarik dengan bus listrik ini saat berkunjung ke INKA beberapa waktu lalu. Selain itu, Perusahaan Daerah Pemprov Bali juga sudah kontrak,” kata dia.
E-INOBUS merupakan kerja sama PT. INKA (Persero) dengan Perusahaan Taiwan, Tron-E dan Perusahaan karoseri lokal asal Malang, Jawa Timur (Jatim), Piala Mas.
Secara spesifikasi, E-INOBUS memiliki panjang 8,1 m dan lebar sekitar 2 m, dengan kapasitas 16 penumpang. Untuk pengisian daya, diperlukan waktu selama 3-4 jam dengan jarak tempuh sekali “charging” atau pengisian daya mencapai 200 Km.
Tingkat kebisingan pada bus listrik tersebut jauh lebih baik, yakni rata-rata sebesar 71 dB. Sedangkan bus tenaga diesel rata-rata kebisingannya sebesar 85 dB.
“Selain ramah lingkungan, biaya perawatan dan bahan bakar dari bus listrik ini juga lebih murah,” ucap Agung. (Andi Somo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here