FPI, PA 212 dan GNPF-U Mengajak Umat Islam Dunia Bangkit Melawan Kezhaliman Pemerintahan India

29
MB86, Jakarta
Telah beredar luas berbagai berita mengenai berbagai tindakan kekerasan terhadap umat Islam di seluruh India, mulai dari Jammu Kashmir di Utara, hingga Tamil Nadu di Selatan, Gujarat di Barat, hingga Assam di bagian Timur India.
Kelompok Hindu Radikalis Ekstrimis (HRE) India, melakukan perusakan, pembakaran dan penghancuran terhadap Masjid-masjid, bahkan Al-Qur’an sebagai Kitab Suci umat Islam. Kekerasan tersebut jelas disponsori oleh Negara India yang saat ini dikuasai oleh
kelompok HRE.
Salah satu kelompok radikalis ekstrimis yang mendapat perlindungan Negara India adalah bernama, Rashtriya Swayamsevak Sangh (RSS). Yang bertujuan untuk menjadikan India sebagai Negara Hindu. Kelompok ini adalah merupakan elemen ideologis dari Bharatiya Janata Party (BJP). Partai ini dipimpin oleh Narendra Modi, yang juga merupakan Perdana Menteri India.
Selain itu, juga terdapat kelompok
yang menamakan diri Bajrang Dal (BD)
dan Vishwa Hindu Parishad (VHP), yang
menargetkan umat Islam sebagai sasaran tindakan kekerasan dari
ketiga kelompok HRE tersebut. Salah satu bentuk sponsor lain dari Negara India, adalah dengan menerbitkan Undang-Undang (UU) yang sangat diskriminatif terhadap umat Islam.
Substansi utama dari UU kewarganegaraan yang sangat diskriminatif tersebut, adalah Imigran yang beragama Hindu, Sikh, Budha, Jain, Parsi dan Kristen, yang datang ke India sebelum tahun 2015 berasal dari Afghanistan, Bangladesh dan Pakistan, tidak diperlakukan sebagai penduduk ilegal. UU ini sama sekali tidak menyebutkan Imigran yang beragama Islam, untuk mendapat perlakuan yang sama.
Eskalasi kekerasan makin meningkat
setelah UU Kewarganegaraan tersebut,
disahkan pada Desember 2019 lalu. UU tersebut dijadikan oleh kelompok HRE India, sebagai alasan melakukan tindakan persekusi terhadap umat Islam, dengan cara menuduh umat Islam India sebagai Imigran ilegal. Sehingga tindakan pembunuhan, penangkapan dan pengusiran umat Islam, termasuk di dalamnya adalah perusakan dan pembakaran Masjid serta Al-Qur’an.
Atas berbagai peristiwa tersebut, Front
Pembela Islam (FPI), Presidium Alumni (PA) 212 dan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF-U), menyatakan dan menyerukan;
1. Mengutuk keras dan mengecam
berbagai tindakan kekerasan dan
persekusi yang dilakukan oleh kelompok HRE dan Penguasa India terhadap umat Islam India.
2. Mendesak Pemerintah India untuk mencabut UU Kewarganegaraan, yang telah digunakan oleh kelompok HRE India, sebagai instrumen untuk melakukan berbagai tindakan persekusi terhadap umat Islam India.
3. Mendesak Pemerintah India untuk
segera menghentikan berbagai tindakan persekusi, terhadap umat Islam India.
4. Mendesak Pemerintah India untuk
segera  menangkap para pelaku persekusi, termasuk di dalamnya Pimpinan kelompok radikalis ekstrimis yang mensponsori berbagai tindak kekerasan.
5. Mendesak Pemerintah Indonesia untuk mengambil langkah politik, terhadap pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) berat yang dilakukan oleh kelompok HRE dan Intoleran di India.
6. Menyerukan umat Islam Indonesia,
untuk melakukan aksi protes ke Kedutaan Besar (Kedubes) India di Jakarta, pada hari Jum’at, 06 Maret 2020.
Demikian pernyataan dan seruan ini
kami sampaikan. (Red)
Jakarta, 28 Februari 2020/04 Rajab 1441 H
DPP FPI-PA 212 -GNPF U
Ketum FPI-Ketum PA 212-Ketum GNPF-U
KH. Ahmad Shobri Lubis, Ust. Yusuf
M Martak, Ust. Slamet Ma’arif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here