Gunung Anak Krakatau Erupsi

21
MB86, Lamsel
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan, telah terjadi erupsi Gunung Anak Krakatau, Lampung, pada tanggal 10 April 2020, pukul 22:35 WIB, dengan tinggi kolom abu teramati ± 500 m diatas puncak (± 657 m diatas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal, condong ke arah Utara. Erupsi ini terekam di seismogram, dengan amplitudo maksimum 40 mm dan durasi ± 38 menit 4 detik.
Dari pantauan PVMBG terlihat, bahwa letusan terus berlangsung sampai Sabtu pagi (11/04/20) pada pukul 05.44 WIB.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel), Provinsi Lampung, melaporkan kondisi mutakhir di Kecamatan Rajabasa: Sabtu, 11 April 2020, Pukul 04.00 WIB, bahwa tidak terpantau adanya bau belerang dan debu vulkanik, hujan mulai turun dan masyarakat di Kec. Rajabasa, terutama wilayah sepanjang pantai yaitu: Desa Way Mulih, Ds. Way Mulih Timur dan Ds. Kunjir, sudah berangsur-angsur kembali ke rumah masing-masing. Warga masih berjaga-jaga dan  ronda untuk memantau kondisi yang ada.
Upaya yang dilakukan antara lain:
– Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kab. Lamsel, telah menghubungi Yim pemantau G. Api Krakatau, hasilnya yaitu: status masih waspada (Level 2) dan aktivitas vulkanik sudah reda. Masyarakat dihimbau tidak panik.
– TRC BPBD Kab. Lamsel menggunakan mobil rescue, memberi pengumuman kepada masyarakat untuk tetap tenang, karena aktivitas G. Api Krakatau, sudah reda.
– Tentara Nasional Indonesia/Kepolisian Repulik Indonesia (TNI/Polri) saat ini siaga di lokasi kejadian, untuk membantu mengevakuasi warga.
– Aparat Desa dan Camat setempat, sudah berada di lokasi kejadian memberikan arahan kepada warga.
Sampai pagi ini belum ada laporan kerusakan, Petugas BPBD dan Aparat setempat akan terus memantau dan melaporkannya. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here