Janji Luluskan Menjadi Bintara Polri dan Urus Rumah Dhu’afa, Akhirnya TNI Gadungan Ini Diringkus Ditreskrimum Polda Aceh

16
Bidik 86, Aceh
Polda Aceh, Selasa (02/12/20) menggelar Konferensi Pers tentang pengungkapan dua kasus penipuan yang bertempat di Aula Rapat Direktorat Reserse Kriminal Umum Markas Kepolisian Daerah (Ditreskrimum Mapolda) Aceh.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Aceh, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Ery Apriyono, SIK, M.Si, yang didampingi Direktur Reskrimum (Direskrimum) Polda Aceh, Kombes Pol Sony Sonjaya, SIK, dalam Konferensi Pers tersebut mengatakan, kedua kasus yang diungkap adalah penipuan dengan modus yang dipraktekan pelaku berbeda-beda, yaitu menjanjikan kelulusan Bintara Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dan rumah dhu’afa.
“Pada kasus penipuan yang menjanjikan kelulusan Bintara Polri, Polisi menangkap pelaku NZ (55) dan AA (44). Tersangka NZ mengaku sebagai Anggota TNI berpangkat Letkol dan bisa mengurus Bintara Polri, dengan meminta sejumlah uang kepada korban. Sedangkan tersangka AA membantu mengenalkan korban kepada NZ serta meyakinkan korban,” jelas Kabid Humas.
Kasus tersebut bermula pada 15 Desember 2017 yang lalu, korban atas nama Suwandi bersama Hamdani, dipertemukan oleh AA dengan tersangka NZ dan membuat kesepakatan mengurus kelulusan anak korban, untuk menjadi Anggota Polri dan meminta uang sebesar 170 juta rupiah.
“Anak korban kemudian tidak lulus menjadi Anggota Polri dan korban merasa telah ditipu oleh tersangka serta melaporkan ke Polisi,” ucapnya.
“Kedua tersangka saat ini sudah ditangkap. Tersangka NZ ditangkap di Tebing Tinggi, Sumut dan tersangka AA ditangkap di tempat kerjanya di Lampaseh Kota, Kota Banda Aceh,” sebutnya lagi.
Kemudian, tambah Kabid Humas, kasus kedua yang berhasil diungkap adalah penipuan rumah dhu’afa, dengan korban atas nama Muhammad Nasir beserta 16 korban lainnya, dengan total kerugian sebesar 230 juta rupiah.
“Tindak pidana penipuan tersebut dilakukan oleh tersangka RZ, dengan cara menjanjikan pekerjaan rumah dhu’afa kepada korban, sebanyak 20 unit gratis atau tanpa biaya, yang berlokasi di wilayah Aceh serta mengatasnamakan Kementrian PUPR,” katanya.
Setelah korban berminat imbuhnya lagi, tersangka RZ meminta sejumlah uang untuk biaya SPK (Surat Perintah Kerja) setiap 1 unit rumah dhu’afa sebesar 4 juta rupiah dan korban telah menyerahkan uang kepada tersangka sebesar 230 juta rupiah.
“Untuk meyakinkan korban, tersangka RZ cs memberikan SPK bodong/palsu bersama RAB dan gambar, sementara pekerjaan rumah dhu’afa tersebut tidak ada dan uang yang sudah diserahkan korban sudah habis dipergunakan tersangka untuk keperluan pribadinya,” papar Kabid Humas.
Korban yang merasa sudah ditipu dan dirugikan, serta uang yang sudah diserahkan sudah digelapkan, melaporkan kejadian tersebut ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Aceh. Kemudian Polisi menangkap tersangka RZ, MLK dan tersangka utama JK.
“Semua tersangka saat ini sudah ditahan di Mapolda Aceh, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya masing-masing,” pungkas Kabid Humas. (Red/Sum)
Sumber:
Kabid Humas Polda Aceh
Kombes Pol Ery Apriyono, SIK, M.Si
Jl. T. Nyak Arief Jeulingke, Banda Aceh

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here