Kapolres Kebumen Ingatkan Penyebar Hoax Bisa Kena Pidana

24
MB86, Kebumen
Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Kebumen, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Rudy Cahya Kurniawan, mengingatkan kepada seluruh masyarakat agar tidak menyebar berita hoax maupun ujaran kebencian yang dapat menimbulkan fitnah dikalangan masyarakat. Bagi yang berani melakukan tindakan tersebut sesuai Pasal 28 ayat (1) Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), maka akan diancam dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1 miliar. Seperti ditegaskan Kapolres Kebumen, disela arahan apel May Day, Jum’at (01/05/20).
“Bagi siapa saja yang menyebar berita hoax/berita bohong maupun ujaran kebencian di tengah masa pandemic Covid-19 yang dapat menimbulkan keresahan masyarakat, maka akan ditindak tegas dan ancamannya penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1 miliar,” tegas Kapolres.
Sesuai dengan Pasal 28 UU ITE, yaitu setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam transaksi elektronik yang dapat diancam pidana berdasarkan Pasal 45A ayat (1) UU 19/2016, yaitu dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1miliar.
Kapolres juga menghimbau dan mengingatkan kepada masyarakat Kabupaten Kebumen untuk bijak dalam bermedia sosial, manfa’atkan media sosial (medsos) sebagai sarana kebaikan dan perkuat silaturahmi serta persatuan, demi menyelamatkan bangsa dari wabah Corona Virus Desease 2019 (Covid-19).
Di bulan Ramadlan ini masyarakat hendaknya gotong-royong berempati ikut merasakan efek pandemi Covid-19, positif thinking dan tidak menyebar berita hoax/bohong yang dapat menimbulkan kegaduhan atau keributan massa.
“Saya berharap di bulan Ramadlan ini masyarakat dapat meningkatkan iman dan bersatu untuk memutus rantai penyebaran Covid-19, dengan menyebar kerahmatan (rahmatan lil ‘aalaamiin) dan sami’naa wa atho’naa kepada ‘ulama dan umaro (Pemerintah) tanpa menyebar berita hoax,” pungkasnya. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here