Kapolres Kebumen: Jangan Gelar Aksi Anarkis dan Menutup Paksa Warung

17
MB86, Kebumen
Kepala Kepolisian Resor Purwakarta (Kapolres Kebumen) Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Rudy Cahya Kurniawan, menghimbau kepada seluruh masyarakat di wilayah Kebumen, Jawa Tengah (Jateng), tidak ada yang menggelar aksi anarkis menutup warung, membanting, memporakporandakan, maupun razia saat bulan Ramadlan, seperti disampaikan pada apel pagi di Kebumen, pada Senin (04/05/20).
Hal ini ditegaskan AKBP Rudy kepada seluruh Personil Polres Kebumen, untuk melakukan penindakan tegas dan terukur kepada warga masyarakat yang melakukan aksi anarkis.
Razia dan menggeledah adalah tugas Kepolisan, karena Undang-Undang (UU) dan tidak boleh dilakukan oleh warga masyarakat maupun Organisasi Masyarakat (Ormas).
Menurut Kapolres, di bulan Ramadlan saatnya masyarakat untuk saling menghormati dan menghargai.
“Kita tidak ingin di Kebumen ada aksi anarkis atau pengrusakan. Saat ini waktunya kita saling menghormati yang berpuasa dan menghargai yang tidak puasa karena alasan lain (perbedaan keyakinan),” kata Doktor Rudy.
Menurut Kapolres, warung yang akan berjualan diperbolehkan tetap buka dengan alasan untuk  membantu ekonomi, namun setidaknya ditutup kain atau sesuatu penghalang agar tidak terlihat dari luar, untuk menghormati saudara kita  yang sedang melaksanakan ibadah puasa.
Kepada para warung yang masih buka, Kapolres menghimbau untuk saling mengingatkan pembeli untuk tidak bergerombol di dalam warung dan menerapkan physical distancing, jaga jarak tetap memakai masker.
Namun alangkah baiknya dalam situasi pandemi Virus Corona, makanan yang dibeli cukup dibungkus dan dimakan di rumah (take away).
Hal ini dilakukan untuk memutus mata rantai penularan Corona Virus Deease 2019 (Covid-19) di Kebumen. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here