Keabsahan Lembaga DP Menuai Kontroversi

21
(Cuplikan dari Berita Siang TVRI, Edisi Rabu, 13 November 2018)
Bidik 86, Jakarta
Eskistensi Lembaga Dewan Pers (DP) terus menuai kontroversi di kalangan Insan Pers Tanah Air. Undang-Undang (UU) Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers, dinilai tidak mengatur pihak mana yang berhak melakukan penjaringan dan juga pemilihan Calon Anggota DP.
Keabsahan legalitas DP, mulai dari tahapan penjaringan, Pemilihan Anggota, pengajuan ke Presiden, sampai pada penetapan Anggota DP melalui Surat Keputusan (SK) Presiden Republik Indonesia (RI) ternyata dinilai cacat hukum. Praktisi Hukum, Dolfie Rompas secara tegas menjelaskan, bahwa dalam UU No. 40 tahun 1999 tentang Pers, tidak ada satupun Pasal yang mengatur bahwa DP memiliki kewenangan untuk melakukan penjaringan dan pemilihan Calon Anggota DP.
“Di dalam UU No. 40 tahun 1999 yang menjadi dasar pijakan daripada DP sendiri, itu sudah sangat jelas, pada Pasal 15 yaitu bahwa DP sebenarnya tidak diberi kewenangan untuk mengatur yang namanya kerja Pers atau Wartawan,” terang Dolfie Rompas, Rabu, 14 November 2018, pada Konferensi Pers Sekretariat Bersama (Sekber) Pers Indonesia, di Bakoel Koffie, Cikini, Jakarta Pusat (Jakpus).
Sementara itu, di tempat yang sama, Wilson Lalengke mengatakan, bahwa pihaknya mengajak seluruh komponen Pers Indonesia, untuk mendorong agar persoalan eksistensi lembaga DP yang cacat hukum tersebut menjadi perhatian semua pihak.
“Saya dari Sekber Pers Indonesia, sebagai Ketua, (saya) sangat berharap, bahwa isu (keabsahan legalitas DP-red) ini, dapat kita bawa dan kita dukung bersama untuk menjadi perhatian nasional, terutama oleh DPR dan Presiden,” jelas Wilson, yang juga sebagai Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (Ketum PPWI).
Sekber Pers Indonesia juga menilai, bahwa UU No. 40 tahun 1999 ini tidak memiliki turunan peraturan teknis pelaksanaannya. Maka persoalan pembentukan lembaga DP dan mekanisme penjaringan dan atau penetapan anggota lembaga tersebut sangat penting untuk diluruskan, diperbaiki dan disempurnakan. (Red)
Sumber: Siaran Berita Siang TVRI Naisonal

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here