Kepala Bappenas Melakukan Kunker ke Tasikmalaya

25
Bidik 86, Tasikmalaya
Menteri/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas, melakukan pertemuan dengan Walikota Tasikmalaya, Bupati Tasikmalaya dan Bupati Garut, di Kantor Walikota Tasikmalaya, Jawa Barat (Jabar). Kunjungan ini dalam rangka untuk membahas perencanaan kawasan kumuh dan juga perencanaan Dashboard Monogram Desa.
Sejauh ini, Kota Tasikmalaya tengah melaksanakan program pengurangan wilayah kumuh sejak tahun 2017. Pembenahan pada wilayah kumuh yang sudah dilakukan dari 197,51 hektare (ha) di tahun 2017, saat ini sudah mencapai 270,74 ha. Sisa luas wilayah kumuh di Kota Tasikmalaya sebesar 5.43 di Kawasan Cipanyir (Cipedes-Panyingkiran) dan akan diselesaikan pada tahun 2020.
Pandemi Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) kali ini menurut Pemerintah Daerah (Pemda), juga berdampak pada bertambahnya angka pengangguran di Kabupaten Tasikmalaya. Jumlah pengangguran di Kab. Tasikmalaya sejauh ini tercatat sebanyak 54.000 orang. Pemda telah menyiapkan langkah mitigasi untuk mengatasi pengangguran dan mengurangi jumlahnya. Program yang telah dipersiapkan yakni pelatihan kerja melalui mobile trainig, pemberian kerja sementara melalui pola padat karya, pemberian modal usaha, pembentukan Kube Mart, program magang di Perusahaan untuk wirausaha baru dan revitalisasi balai pelatihan kerja.
Menteri PPN menyambut baik apa yang sudah dilakukan oleh Pemda. Hal ini menurut Menteri, berkaitan dengan instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menghimbau agar program pemulihan ekonomi segera dieksekusi dengan cepat dan tepat.
“Tantangan terbesar kita saat ini adalah bagaimana menyiapkan program pemulihan ekonomi yang tepat, dieksekusi dengan cepat, dengan kecepatan, agar laju pertumbuhan ekonomi Negara kita tidak terkoreksi lebih dalam lagi,” kata Presiden beberapa waktu lalu.
Menteri Suharso, kemudian menjabarkan mengenai perencanaan pembuatan dashboard monogram. Dashboard ini adalah Digitalisasi Monografi Desa, antara lain untuk mengetahui siapa-siapa saja yang bisa mendapatkan Bantuan Sosial (Bansos).
“Dashboard tersebut berbentuk Digitalisasi Monografi Desa, tujuannya antara lain agar dapat mengetahui siapa saja yang eligible untuk Bansos dan siapa saja yang naik kelas dalam mengurangi pengangguran,” ujar Menteri.
Dashboard Monogram Desa ini, masih dalam tahap perencanaan dan kajian. Diharapkan nantinya, dashboard ini bisa menjadi sarana untuk melihat kondisi daerah-daerah yang ada di Indonesia. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here