Ketua TGPF Intan Jaya: Kami Tidak Gentar, Akan Terus Bekerja Hingga Investigasi Selesai

6
Bidik 86, Intan Jaya
Ketua Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Intan Jaya, Benny J. Mamoto menegaskan, bahwa tim yang dibentuk oleh Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) untuk mengungkap sejumlah peristiwa penembakan di Intan Jaya bulan September lalu, tidak gentar dengan peristiwa penembakan terhadap mereka di Mamba Bawah, Distrik Sugapa, Jum’at (09/10/20) kemarin. Demikian ditegaskan oleh Benny J. Mamoto dari Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua, pada Sabtu (10/10/20).
“Kami di TGPF sama sekali tidak gentar karena peristiwa penembakan kemarin yang menyebabkan salah satu Anggota tim, pak Bambang Purwoko tertembak. Kami terus bekerja untuk menuntaskan tugas yang diberikan oleh Pemerintah kepada tim ini,” tegas Benny J. Mamoto.
Benny menambahkan, saat ini tim masih berada di Sugapa dan sedang melanjutkan investigasi dengan memeriksa sejumlah saksi, termasuk beberapa orang yang kemarin dijadwalkan ulang. Pemeriksaan ini sebagai lanjutan atas wawancara terhadap sejumlah saksi di lokasi penembakan Pendeta Yeremias Zambani di Hitadipa hari Jum’at. Para saksi menceritakan apa yang dilihat dan didengar di lokasi dan sekitar lokasi saat peristiwa penembakan itu terjadi. Sementara tim yang berada di Jayapura, hari ini juga melanjutkan tugas dengan bertemu sejumlah pihak, termasuk Tokoh Gereja.
“Mohon do’anya agar rencana-rencana selanjutnya berjalan lancar, hingga kami menyelesaikan tugas ini dengan baik,” ujar Benny, yang saat ini juga menjabat sebagai Ketua Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas).
Menggunakan Rompi Anti Peluru.
Benny J. Mamoto juga menegaskan, bahwa seluruh Anggota TGPF yang bertugas di Intan Jaya, diharuskan menggunakan rompi dan helm anti peluru. Tujuannya untuk memastikan agar semua Anggota tim selamat dari serangan yang bisa mengancam jiwa mereka.
“Kami menggunakan rompi dan helm anti peluru, karena ini daerah berbahaya. Kita tidak pernah tahu kapan dan dari mana serangan akan datang dan itu sudah menjadi SOP di daerah konflik seperti ini,” ujar Benny.
Pernyataan ini sekaligus menanggapi pihak-pihak tertentu yang menyamakan tim investigasi dengan kombatan.
“Kalau tim ini bagian dari kombatan, buktinya yang tertembak adalah Pak Bambang, Anggota TGPF yang adalah warga sipil, Dosen dan peneliti dari UGM Yogyakarta,” tegas Benny.
Selama berada di Sugapa, Intan Jaya-Papua, Anggota TGPF dijaga secara ketat untuk menghindari berbagai kemungkinan yang bisa mengancam keselamatan jiwa mereka. Setelah peristiwa penembakan terhadap Bambang Purwoko dan dua Anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang mendampingi mereka hari Jum’at kemarin, pengawalan terhadap Anggota tim juga semakin diperketat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here