Lelahku Untuk Masa Depanmu

58
MB86, Karawang
Seorang Ayah pulang Kantor dalam keadaan lelah dan penat, ia melihat anak perempuannya di depan pintu.
Anak: “Ayah boleh aku tanya sesuatu?”
Ayah: “Tentu Nak, ada apa?”
Anak: “Ayah kok pulang kerja malam terus, berapa rupiah yang Ayah peroleh tiap hari?”
Ayah: “Itu bukan urusanmu Nak, kenapa Kamu tanya itu?” (jawab Ayah sedikit kesal).
Anak: “Aku cuma ingin tahu Ayah, tolong beri tahu Aku, berapa rupiah yang Ayah peroleh dalam sehari?” (dengan nada melemas).
Ayah: “Baiklah kalau Kamu ingin tahu, Ayah dapat 100 ribu dalam setiap harinya”.
Anak: “Ohhh”. (jawabnya sedikit merunduk).
Tak lama kemudian ia mendongakkan kepala dan bertanya kepada Ayahnya:
Anak: “Ayah, boleh Aku pinjam uang Ayah 10 ribu?”
Ayah: “untuk apa?! Gak usah!!! Pasti buat beli jajan sembarangan, lebih baik Kamu ke kamarMu tidur!!!” (jawab Ayah sedikit marah).
Si Kecil pun pergi ke kamarnya dengan keadaan sedih dan menutup pintu. 1 jam kemudian, ketika Ayah mulai tenang, ia berfikir barangkali ia terlalu kasar kepada si Kecil, mungkin ada keinginan yang penting, sehingga Anaknya meminta uang 10 ribu darinya. Ayah pun beranjak ke kamar si Kecil. Ia melihat Anaknya masih terjaga, kemudian ia bertanya:
Ayah: “Kok belum tidur Nak?”
Anak: “Belum Yah, Aku belum ngantuk”.
Ayah: “Ma’afkan Ayah ya Nak, tadi Ayah terlalu keras sama Kamu, hari ini Ayah terlalu sibuk dan capek, jadi Ayah terbawa emosi, ma’afin Ayah ya, nih uang 10 ribu yang Kamu minta”.
Anak: “Asik…terima kasih Ayah”.
Lalu ia pun mengeluarkan uang di bawah bantal dan menghitungnya. Ayah pun menatap heran lalu bertanya:
Ayah: “Kamu sudah punya uang, kenapa masih minta lagi sama Ayah?”
Anak: “Aku menabung Yah, tabunganKu baru 90 ribu, jadi masih kurang 10 ribu, untuk bisa membayar Ayah”.
Ayah semakin heran…
Anak: “Ini Yah, Aku mau bayar Ayah 100 ribu untuk meminta waktu besok, satu hari saja untuk bisa bersamaKu”.
Ayah pun menetesakan air mata, lalu memeluk si Kecil.
Ayah: “Ma’afkan Ayah Nak, Ayah terlalu sibuk dan tak pernah ada waktu untukMu, Ayah memang jahat Nak”.
Si Kecil mencium pipi dan berkata…
Anak: “Aku sayang Ayah”.
Sambil memeluk si Kecil, dalam hati Ayah menangis sambil berkata:
“Lelahku untuk masa depanMu Nak”.
Pesan:
Sesibuk-sibuk apapun pekerjaan, berilah waktu bersama Keluarga, karena Keluarga adalah harta tak terhingga. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here