Lomba RPL Assolahiyah Dorong Ketahanan Pangan Saat Pandemi Covid-19

17
Bidik 86, Karawang
Pandemi Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) yang berkepanjangan, berpeluang terhadap krisis pangan. Namun, tidak bagi Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (Paud) Al-Firdaus, Ds. Muktijaya, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang, Jawa Barat (Jabar). Bersama Pertamina Eksplorasi dan Produksi (EP) Asset 3 Subang Field, Paud di bawah naungan Yayasan Asolahiyah ini, menginisiasi kegiatan yang menyasar masyarakat Desa lebih ramah dengan pangan, antara lain lewat program lomba Rumah Pekarangan Lestari (RPL) yang berlangsung sebulan terakhir. Dari peserta 250 rumah yang terigester sejak 06-10 Juli 2020 di Ds. Muktijaya, tim penilai lomba dari Dinas Pertanian (Distan), Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (Perhiptani) dan Pertamina EP, jaring rumah warga terbaik 11 besar untuk diseleksi dengan kriteria tata kelola, budidaya dan ekosistemnya yang tersebar di berbagai Dusun.
“Berbagai pertimbangan dan penilaian kriteria dalam lomba, kita datangi langsung rumah-rumah warga yang ikuti program LRPL ini, selain fisik dan cara pemeliharaan tanaman pangannya, kita juga melakukan penilaian lewat wawancara langsung dengan pemilik rumah. Alhamdulillah, bagus-bagus dan sangat antusias,” kata Kepala Unit Pembantu Tingkat Daerah (UPTD) Pertanian Kec. Cilamaya Kulon, yang juga bagian dari tim juri LPRL kepada awak media, Kamis (27/08/20).
Sementara itu, Ketua Yayasan Asolahiyah, Heru Saleh, M.Pd mengatakan, ketahanan pangan jadi isu penting sebagai solusi mengatasi krisis pangan di tengah pandemi Covid-19. Kegiatan lomba ini, sambungnya, diinisiasi sebenarnya jauh sebelum pandemi mewabah, mulai dari skala lingkungan Paud, orang tua/wali murid Paud, hingga membuat lomba LPRL untuk masyarakat Muktijaya. Sehingga, ketika pendaftaran di buka, ada 250 rumah di Muktijaya yang merekomendasikan diri mengikuti kegiatan lomba yang kita fasilitasi dengan benih sayuran dan polybag. Wal hasil, dari 250 itu, terjaring seleksi oleh Panitia menjadi 11 besar rumah dengan pekarangan pangan terbaik, untuk kemudian diverifikasi dan ditinjau ulang penilaiannya oleh tim ahli, seperti sebut Heru, dari Distan, Penyuluh Perhiptani dan Pertamina EP Asset 3, dengan beragam pertimbangan nilai dan kategori.
“Dari sebelas itu, didapati tiga pemenang terbaik yang diumumkan hari Kamis ini, untuk menerima hadiah uang tunai dan doorprise yang sudah disediakan Panitia,” terangnya.
Lomba ini, sambungnya, sekaligus menjawab tantangan pangan di tengah pandemi Covid-19, dengan demikian masyarakat Desa bisa memiliki beberapa keuntungan, yaitu udara sehat, ilmu bercocok tanam, hingga bisa memetik hasil dari sayuran dan palawija yang ditanam secara produktif di rumahnya.
“Program dan lomba ini sejalan dengan upaya Pemerintah soal ketahanan pangan di tengah pandemi Covid-19,” lanjutnya.
Di tempat yang sama, Nur Sukmaputri M, CSR Analyst PT. Pertamina EP Asset 3 Subang Field mengatakan, inisiasi dari program kegiatan RPL ini, muncul sejak 2019, sebab pihaknya melihat bahwa potensi untuk memelihara lahan pekarangan lebih produktif, itu ada. Hal ini bermula dari eksperimen skala lingkungan Paud Al-Firdaus dan rumah orang tua/wali murid Paud. Karena ada potensi, sebut Nur, maka mengapa tidak untuk membuat kawasan pangan lestari lebih luas di masyarakatnya. Apalagi dengan adanya dampak ekonomi di tengah pandemi Covid-19, kegiatan ini bisa untuk memenuhi pangan keluarga. Hasilnya, sambung Nur, progres perkembangannya seperti akses penjualan, mulai dirasakan dan bisa menciptakan ekonomi dari rumah.
“Selain inisasi, kita juga mensupport benih, dimana pelaksana lomba adalah mitra Paud Al-Firdaus. Kedepan, peningkatan kapasitas melalui pelatihan, pembibitan dan lainnya, bisa ditindaklanjuti lewat siklus tanam yang lebih tertata dan tertib. Tentunya, lebih pada pembinaan dan edukasi,” tutupnya.
Keala Desa (Kades) Muktijaya, Sawa Isyirot, mengapresiasi Pertamina EP dan manajemen Paud Al-Firdaus yang sudah menginisiasi kegiatan lomba RPL bagi masyarakat Desanya.
Bercocok tanam merupakan hal mudah saja dilakukan di pekarangan, Sawa Isyirot berharap, masyarakat pantang surut semangat untuk terus bercocok tanam di pekarangan rumah, sebagai bagian dari upaya mendukung program Pemerintah soal ketahanan pangan di tengah pandemi Covid-19.
“Semoga semua rumah warga yang memiliki pekarangan, bisa terus ditanami sayuran dan palawija,” harap Kades. (Hen)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here