Masih Zona Merah, Pemkot Batam Tiadakan Shalat ‘Id di Masjid

28
MB86, Batam
Pemerintah Kota (Pemkot) Batam bersama seluruh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) sepakat untuk meniadakan shalat ‘Idul Fitri di Masjid, Mushola atau lapangan, Sabtu (16/05/20).
Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batam, Zulkarnain Umar mengatakan, setelah melihat fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), Surat Edaran (SE) Menag, hingga SE Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) yang menyatakan Batam zona merah, maka dapat diambil keputusan untuk tetap beribadah di rumah.
“Tentu kita kembali ke hukumnya, kembalikan ke fatwa MUI, untuk yang zona merah beribadah di rumah. MUI bahkan sudah mengeluarkan panduan khusus bagaimana melaksanakan shalat ‘Idul Fitri di rumah. Maka kami mohon semua umat muslim untuk bersabar, menahan diri. Semua untuk menjaga masyarakat tetap sehat, terjaga dari virus ini,” tutur Zulkarnain.
Walikota (Walkot) Batam, Muhammad Rudi di Dataran Engku Putri memaparkan, untuk umat muslim tetap bisa melakukan shalat ‘Idul Fitri di rumah masing-masing. Baik secara pribadi maupun berjama’ah dengan anggota keluarga di rumah.
“Dari hasil rapat hari ini kita sepakat, tidak ada malam takbiran, tidak shalat ‘Idul Fitri berjama’ah di Masjid, Mushola, berlaku di mainland dan hinterland,”
katanya, Jum’at (15/05/20).
Keputusan ini dibuat karena kondisi Batam yang masih masuk kategori zona merah. Yaitu masih adanya penambahan kasus Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) baru, hingga 14 Mei 2020.
Lanjut Rudi, selain itu, kegiatan open house Kepala Daerah yang rutin digelar tiap ‘Idul Fitri juga ditiadakan. Anggaran yang disiapkan untuk kegiatan ini akan dialihkan menjadi nasi kotak untuk warga kurang mampu.
“Untuk open house itu sudah ada dananya. Saya sudah perintahkan anggota saya agar dialihkan menjadi nasi kotak. Ada 5.000 kotak di Pemkot Batam, 5.000 kotak di BP Batam. Nanti, ini akan dibagikan ke masyarakat yang kurang mampu. Supaya mereka bisa ikut merasakan kebahagiaan. Tapi ini khusus untuk mainland, karena butuh waktu lagi kalau mau dikirim ke hinterland,” ungkapnya.
Rudi menambahakan, semua berharap seluruh masyarakat dapat kompak mengikuti anjuran Pemerintah, terkait protokol pencegahan penularan Covid-19, seperti social dan physical distancing.
“Kita tidak larang ibadah. Kita melarang untuk berkumpul. Jadi, kepada para ‘Ulama, tolong sampaikan ke masyarakat, tahan dulu,” tutupnya. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here