Menko Bidang Perekonomian: RUU Omnibus Law Cipta Kerja Sudah Disepakati Parlemen

20
Bidik 86, Jakarta
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, saat ini Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) masih berfokus menuntaskan pembahasan Omnibus Law Rancangan Undang-Undang (RUU) atau RUU Cipta Kerja. Meski masih dibahas, Airlangga menyebut, pada pokoknya DPR sudah menyetujui RUU itu.
“Secara harafiah, maksud dan ketentuan RUU Omnibus Law Cipta Kerja, sudah disepakati Parlemen,” kata Airlangga, dalam keterangan tertulis, Jum’at, 19 Juni 2020.
Hanya saja, ujar dia, ada beberapa klaster yang masih dikaji lebih dalam seperti soal ketenagakerjaan. Adapun draft aturan sapu jagat ini terdiri dari sebelas klaster, yakni penyederhanaan perizinan berusaha, persyaratan investasi, ketengakerjaan, kemudahan perlindungan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan Koperasi.
Kemudian kemudahan berusaha, dukungan riset dan inovasi, Administrasi Pemerintahan, pengenaan sanksi, pengadaan lahan, investasi dan proyek strategis nasional dan kawasan ekonomi.
Airlangga mengatakan, RUU Cipta Kerja bertujuan menyederhanakan birokrasi, meningkatkan Investasi Dalam Negeri dan menciptakan lapangan kerja. Jika RUU itu disahkan, dia yakin Indonesia menjadi Negara terdepan se-Association of Southeast Asian Nations (ASEAN).
Ketua Umum Golongan Karya (Ketum Golkar) ini mengklaim, hal itu juga disampaikan World Bank, World Economic Forum dan lainnya.
“Mereka selalu sebut UU Cipta Kerja ini akan mendorong Indonesia melakukan transformasi dan kita bisa leading dibandingkan Negara-negara lain di ASEAN,” terangnya.
Pembahasan RUU Cipta Kerja saat ini masih berlanjut di DPR kendati mendapat penolakan dari pelbagai pihak. Pemerintah dan DPR hanya sepakat menunda pembahasan klaster ketenagakerjaan lantaran mendapat penolakan keras dari kelompok buruh.
Dari sembilan Partai yang ada di DPR, Fraksi Demokrat hengkang dari keanggotaan di Panitia Kerja RUU Cipta Kerja sejak April lalu. Adapun delapan fraksi lainnya masih terlibat dalam Panitia Kerja dan mengikuti pembahasan.
RUU Omnibus Law Cipta Kerja, sudah disepakati Parlemen,” kata Airlangga, Jum’at, 19 Juni 2020.
Kemarin katanya ditunda pembahasannya. Sekarang bilang sudah disepakati. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here