Menteri PPN Bahas Soal Kebudayaan Saat Kunjungi Ds. Liang Ndara

23
Bidik 86, Manggarai Barat
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa dan rombongan mengunjungi Ds. Liang Ndara, sebuah wilayah yang terletak di Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Lawatannya ini masih dalam rangka Kunjungan Kerja (Kunker).
Sesampainya di sana, Menteri dan rombongan disambut oleh Tetua Adat Desa. Tetua Adat mengalungkan kain khas Flores berwarna coklat yang dihias benang tenun warna warni dibagian pinggirnya. Idealnya pengalungan ini adalah bentuk penyambutan jika ada tamu yang dihormati datang ke Desa setempat.
Tetua Adat mempersilahkan Menteri Suharso dan rombongan untuk masuk ke tempat yang dikenal dengan Sanggar Riang Tawa. Sanggar ini telah berdiri sejak tahun 2009 dan memiliki komitmen besar untuk pengembangan pariwisata dan budaya Manggarai.
Sanggar ini menyuguhkan banyak variasi wisata budaya Manggarai yang sangat kental dengan pola kehidupan masyarakat sehari-hari seperti tari tradisional (Caci-red), kerajinan anyaman, aktivitas pertanian seperti pecah kemiri, tumbuk kopi, olah sawah, bajak kerbau dan lain lain. Ada pula wisata alam seperti mengamati burung, tracking Mbeliling, tur kebun dan hutan, tracking Liang Kantor, bahkan fasilitas menginap (homestay-red) juga tersedia.
Usai berdialog bersama Tetua Adat setempat kemudian dihibur oleh beberapa tarian yang mengagumkan antara lain seperti Tari Caci dan permainan tradisional Rangkuk Alu. Tari Caci adalah sebuah tarian khas Manggarai yang ditujukan sebagai perwujudan rasa syukur atas hasil panen, sedangkan Rangkuk Alu permainan tradisional dengan cara permainan bergerak diantara bilah-bilah bambu yang digerakkan dengan cepat.
Ds. Liang Ndara menjadi salah satu atraksi yang ditawarkan dalam Cagar Biosfer Komodo di wilayah Kab. Manggarai Barat. Menurut Menteri, apa yang menjadi adat budaya dari Liang Ndara harus dipertahankan, karena ini menjadi ciri khas suatu daerah.
“Tarian atau budaya lokal bagusnya tetap ada di suatu tempat saja seperti tadi di Liang Ndara, dimana tarian dan budayanya tidak ada di tempat lain. Tentunya ini menjadi daya tarik agar Wisatawan tetap mau berwisata ke sana,” ujar Menteri dihadapan awak media, seusai melakukan kunjugan ke Ds. Liang Ndara.
Menteri juga menyampaikan, jika budaya lokal dapat ditemui dimana-mana, maka potensi wisata daerah asal tarian dan budaya tersebut akan berkurang. Esensinya pun juga akan berbeda. (Red)
Minggu, 19 Juli 2020
Tim Komunikasi Publik
Kementerian PPN/Bappenas

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here