Menteri PPN: Pembangunan Kota Cerdas Akan Membantu Pemulihan Ekonomi

14
Bidik 86, Jakarta
Di beberapa kawasan perkotaan, khususnya kawasan metropolitan, memerlukan pembangunan perkotaan yang inklusif. Pembangunan perkotaan inklusif di Indonesia berarti akses universal dan penyediaan pilihan yang lebih luas bagi masyarakat perkotaan, seperti transportasi umum, perumahan yang terjangkau, pengentasan kawasan kumuh, akses pada sumber energi, air dan sanitasi.
Pembahasan mengenai perkotaan ini menjadi pokok pembicaraan pada acara Urban Research Forum UGM 2020, dengan tema “Arah Pembangunan Perkotaan di Indonesia Kedepan dan Pentingnya Dukungan Riset”, yang dihadiri oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Suharso Monoarfa. Acara ini berlangsung secara virtual pada hari Selasa, 18 Agustus 2020.
Kementerian PPN/Bappenas saat ini tengah merumuskan tahap naskah akademis untuk Rancangan Undang Undang (RUU) Perkotaan. Visi yang ingin dicapai adalah perkotaan yang berkelanjutan dengan lima misi:
(1) Mewujudkan sistem perkotaan nasional yang seimbang, mensejahterakan dan berkeadilan;
(2) Mendorong perkotaan yang layak huni, inklusif dan berbudaya;
(3) Mendorong perkotaan yang
maju dan mensejahterakan;
(4) Mendorong perkotaan yang hijau dan tangguh; dan
(5) Mewujudkan tata kelola perkotaan yang transparan, akuntabel, cerdas dan terpadu.
Pembangunan perkotaan pun telah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020–2024, sebagai bagian dari pengembangan wilayah. Di masa pandemi seperti ini, perkotaan dan pemukiman padat penduduk yang kumuh menjadi episentrum pandemi, maka kebijakan khusus untuk perkotaan di titik beratkan pada revitalisasi perkotaan. Percepatan pembangunan Kota Cerdas dapat mendukung pemulihan aktivitas ekonomi.
“Penerapan prinsip Kota Cerdas saat ini bukan lagi pilihan, tapi menjadi keperluan mendasar untuk mengatasi tantangan pembangunan, terutama di masa pandemi seperti sekarang ini. Pemerintah memegang peran penting untuk memastikan konsep Kota Cerdas, seperti smart economy, smart society, smart mobility, smart environment dan smart living, dapat diimplementasikan dengan baik. Penerapan yang tepat akan membantu mempercepat pemulihan ekonomi pasca pandemi,” ujar Menteri, dalam kata sambutannya.
Menteri menegaskan, bahwa dalam menjalankan konsep tersebut, Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, harus ada kolaborasi dengan peneliti dan perguruan tinggi, karena penelitian tersebut menjadi tulang punggung inovasi untuk pembangunan Kota yang dinamis.
“Kebijakan perkotaan yang dirumuskan berdasarkan hasil riset yang mendalam, akan membawa kemajuan bagi Indonesia dan memperkuat potensi perkotaan dan Kota, sebagai pendorong bagi pembangunan nasional yang inklusif, memastikan Indonesia mendapatkan manfa’at optimal dari urbanisasi,” ungkap Menteri.
“Saya berharap, dari forum ini muncul ide-ide yang orisinil yang dapat didalami lebih lanjut, diwujudkan dan diterapkan,” tutup Menteri. (Red)
Sumber:
Tim Komunikasi Publik
Kementerian PPN/Bappenas
Follow:
Instagram Menteri PPN: @suharsomonoarfa
Twitter Menteri PPN: @Suharso_M
Fanpage Menteri PPN: Suharso Monoarfa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here