Menteri PPN Resmikan PLTU Anggrek di Prov. Gorontalo

16
Bidik 86, Gorontalo
Akses listrik merupakan pra-syarat untuk terwujudnya pembangunan sosial ekonomi. Ketersediaan listrik yang cukup, membuka peluang masyarakat melakukan kegiatan produktif dan bekerja lebih efektif, sehingga dapat berkontribusi pada kemajuan ekonomi dan sosial di tengah pandemi ini.
Kemajuan ekonomi dan sosial yang terjadi, juga akan mendorong permintaan atas akses listrik yang semakin berkualitas. Penerangan yang cukup di malam hari, memberikan kesempatan anak-anak untuk belajar, membaca buku dan mengerjakan tugas sekolah. Masyarakat dapat mengakses informasi melalui televisi (tv) atau mengakses internet. Pemerintah juga dapat memberikan pelayanan publik yang lebih baik dengan adanya dukungan ketersediaan listrik.
Agenda Menteri Perencanaan Pembangunan (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Suharso Monoarfa di Gorontalo, salah satunya untuk memberikan sambutan pada peresmian Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Anggrek 2X25 Mega Watt (MW).  Menteri menyambut baik wujud komitmen PT. PLN (Persero) dan juga Pemerintah Daerah (Pemda) dalam menyediakan tenaga listrik kepada konsumen, termasuk mendukung kehidupan sosial ekonomi masyarakat.
“Sehubungan dengan hal tersebut, saya sangat menyambut baik acara ini, sebagai wujud komitmen PT. PLN (Persero) dan juga Pemda, untuk menyediakan tenaga listrik kepada konsumen termasuk mendukung kehidupan sosial ekonomi masyarakat, penciptaan nilai tambah dan daya saing industry,” ucap Menteri, dalam kata sambutannya.
Hal ini sejalan dengan kebijakan pembangunan wilayah Sulawesi dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 yang diarahkan untuk memperkuat peran Sulawesi, antara lain sebagai lumbung pangan nasional dan pengembangan ekonomi berbasis maritim.
Butuh proses panjang dalam menyelesaikan PLTU Anggrek ini, mulai dari tahun 2007 sampai dengan 2020, hampir 13 tahun. Tentunya penyelesaian ini tidak akan bisa tercapai, tanpa dukungan kuat dari Pemda.
Sebelumnya di Sulawesi Utara (Sulut), Gorontalo dan Sulawesi Tengah (Sulteng), mengandalkan pembangkit listrik berbahan bakar gas berkapasitas 100 MW yang terletak di Kabupaten Pohuwato. Tambahan kapasitas 50 MW dari PLTU Anggrek, diharapkan dapat membantu mengurangi kendala pasokan listrik di wilayah tersebut.
“Beroperasinya sebuah pembangkit hanyalah awal dari tahapan capaian (milestone) pembangunan ketenagalistrikan. PR selanjutnya adalah memastikan, bahwa tenaga listrik dapat sampai ke konsumen dalam jumlah yang cukup dan kapasitas yang andal,” ungkap Menteri.
Menteri berharap, dengan adanya PLTU ini, nantinya dapat menumbuhkan kegiatan industri dan dapat mensejahterakan masyarakat di Provinsi Gorontalo.
“Saya juga mengharapkan tumbuhnya kegiatan industri bernilai tambah di Gorontalo. Sehingga PLTU Anggrek berkapasitas 2×25 MW dapat memajukan kesejahteraan masyarakat dan dimanfaatkan oleh aktivitas industri di Prov. Gorontalo dalam mendorong bangkitnya perekonomian nasional yang saat ini terimbas oleh pandemi Covid-19,” harap Menteri. (Red)
Narasumber:
Tim Komunikasi Publik
Kementerian PPN/Bappenas
Follow:
Instagram Menteri PPN: @suharsomonoarfa
Twitter Menteri PPN: @Suhaarso_M
Fanpage Menteri PPN: Suharso Monoarfa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here