Miris, Siswi SMP Jual Diri Demi Kuota Internet dan Kebutuhan Sehari-hari

31
Bidik 86, Batam
Seorang siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) berusia 15 tahun terpaksa menjual diri karena faktor ekonomi. Siswi SMP ini terperosok prostitusi online via MiChat.
Siswi tersebut terpaksa menjual diri demi membeli kuota internet dan keperluan sehari-hari. Peristiwa miris ini terjadi di Batam, Kepulauan Riau (Kepri).
Namun aksi siswi SMP itu digagalkan Aparat Kepolisian. Polisi ikut mengamankan dua pria yang ikut memakai jasa gadis di bawah umur tersebut.
Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Batu Aji, Komisaris Polisi (Kompol) Jun Chaidir mengatakan, terungkapnya aksi ini setelah Polisi mendapat laporan dari masyarakat.
Masyarakat menyebut ada jaringan atau penyalur prostitusi online via MiChat yang menjual anak yang masih di bawah umur. Dari sana, Polisi melakukan pengembangan dan akhirnya berhasil mengamankan dua orang pelaku yang diduga sebagai penyalur prostitusi online.
“Dua pelaku yang kami amankan yakni penyalur dan penikmat, keduanya kami amankan di Wisma Mitra Mall saat bertransaksi, Rabu (22/07/20) malam kemarin,” kata Jun Chaidir melalui telepon, Selasa (28/07/20).
Dua orang pelaku tersebut berinisial RS serta ML dan mereka adalah pengangguran.
Dari pemeriksaan awal, korban mengaku sengaja menjual diri hanya karena tidak memiliki uang untuk kebutuhan sehari-hari selama pandemi Corona. Korban juga mengaku menjual diri demi membeli kuota internet. Apalagi korban berasal dari keluarga yang sedang bermasalah dan jauh dari pengawasan orang tua (ortu). Kondisi korban ini langsung dimanfa’atkan oleh penyalur prostitusi online tersebut.
Chaidir menambahkan, korban mengenal pelaku dari jejaring sosial Facbook (Fb). Dari sanalah komunikasi terjalin hingga akhirnya korban faham dan sempat mempromosikan dirinya sendiri melalui akun MiChat.
“Awalnya korban mengetahuinya dari pelaku tersebut, namun belakangan korban sempat mempromosikan sendiri dan ada juga sesekali menggunakan pelaku,” terang Chaidir.
Untuk tarifnya Chaidir mengatakan, pelaku mematok harga Rp500.000-, untuk sekali kencan. Mirisnya korban mengaku masih bersekolah. Namun karena pandemi Corona, korban terjerumus ke prostitusi online.
Adapun barang bukti (bb) yang diamankan, yakni dua unit telepon seluler (ponsel) merk Xiaomi dan uang tunai Rp1 juta. (Red)
Sumber:
http://www.nesiatimes.com/miris-gadis-smp-ini-rela-jual-diri-demi-beli-kuota-internet-jajakan-diri-lewat-aplikasi-kencan/

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here