MPR RI dan UI Sepakat Kerjasama di Bidang Riset dan Kajian

11
Bidik 86, Jakarta
Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Bambang Soesatyo (Bamsoet), bersama Rektor Universitas Indonesia (UI), Prof. Ari Kuncoro, sepakat menjalin kerjasama di bidang riset dan kajian. Salah satunya untuk melakukan harmonisasi kesesuaian berbagai produk UU dengan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia (UUDNRI) tahun 1945. Selain itu, kerjasama juga dilakukan untuk membangun strategi formulasi internalisasi ideologi Pancasila di kalangan milenial.
“Tekanan arus globalisasi di era disrupsi, dimana informasi global dengan leluasa bisa diakses tanpa filter, maka membumikan Pancasila dihadapkan pada sebuah tantangan besar. Atas nama modernitas zaman, globalisasi telah menawarkan nilai-nilai yang dikemas seakan-akan lebih menarik daripada nilai-nilai Pancasila. Oleh karena medium globalisasi berbasis teknologi informasi, maka sudah tepat jika saat ini kita menggugah kesadaran dan semangat generasi muda untuk ambil bagian dalam upaya-upaya membumikan Pancasila. Karena generasi muda mempunyai tingkat adaptasi dan literasi teknologi yang memadai,” ujar Bamsoet, usai menerima jajaran Rektorat UI, di ruang kerja Ketua MPR RI, Jakarta, Kamis (17/09/20).
Jajaran Rektorat UI yang hadir antara lain, Rektor Prof. Ari Kuncoro, Sekretaris Universitas dr. Agustin Kusumayati, Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi Prof. Abdul Haris, serta Kepala Badan Kerjasama Ventura dan Digital Prof. Dedi Priadi.
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI ke-20 ini menambahkan, kerjasama juga akan menyasar kajian demografi dan antropologi di wilayah terdepan, terluar dan tertinggal, serta perbatasan Negara. Hingga kajian geopolitik dan hubungan internasional posisi Indonesia di lingkungan Association of Southeast Asian Nations (ASEAN), Group of Twenty (G-20), maupun dalam skala internasional lainnya.
“Selain diberbagai bidang kajian dan riset, kerjasama juga akan dilakukan di bidang pendidikan dengan meningkatkan kompetensi Pegawai Setjen MPR RI. Sehingga para Pegawai yang masih memiliki strata pendidikan S1, bisa melanjutkan ke S2. Begitupun yang sudah S2, bisa melanjutkan ke S3. Dengan demikian, kemampuan dan kualitas ASN di Setjen MPR RI bisa meningkat,” tandas Bamsoet.
Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini menerangkan, UI merupakan satu-satunya kampus yang memiliki program Doktor (S3) kajian Stratejik dan Global, yang memiliki basis pendekatan multidisplin ilmu. Selain itu, UI juga memiliki berbagai program pascasarjana seperti Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Hukum, Administrasi Publik dan Ekonomi/Manajemen, yang sesuai dengan bidang pekerjaan ASN di MPR RI.
“Para ASN yang ditugaskan belajar di sana, juga bisa mendapatkan pelatihan legal drafting, formulasi kebijakan publik, evidence based policy, regulatory impact assessment, evaluasi kebijakan publik, hingga public finance. Dengan demikian, keilmuan mereka ter-update, tak hanya sibuk di kegiatan administrasi belakang meja, melainkan juga bisa memahami kondisi kebangsaan dan internasional secara tajam,” pungkas Bamsoet. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here