Omnibus Law Sia-sia Dibawa ke MK, Hakimnya Dipilih DPR dan Presiden

8
Bidik 86, Jakarta
Direktur Eksekutif Lokataru Foundation, Haris Azhar, meminta rakyat tidak mengandalkan jalur Mahkamah Konstitusi (MK) melalui judicial review terhadap Omnibus Law Undang-Undang (UU) Cipta Kerja. Sebab jalur tersebut dianggap akan sia-sia dan tidak membuahkan hasil.
Haris menilai, saat ini Pemerintah tengah menggiring masyarakat untuk menempuh jalur MK bagi yang menolak Omnibus Law. Sehingga seolah UU ini akan diklaim telah melewati proses demokrasi.
“Arahnya sudah terlihat, di-MK-kan semua. Akan banyak yang uji. Rezim senang dengan MK makin memberikan legitimasi pada Omnibus Law ini. Lalu rezim akan mengatakan sudah diuji dan sudah ada keputusan MK,” kata Haris, saat dihubungi awak media, Jum’at (09/10/20).
Haris berpandangan, Hakim MK akan lebih berpihak kepada kepentingan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Presiden. Sebab mereka dipilih oleh DPR dan Presiden.
“MK hasilnya bisa diduga, meloloskan atau memenangkan rezim karena MK sendiri adalah alat rezim. Kita mesti ingat bahwa komposisi Hakim, 3 ditunjuk DPR, 3 ditunjuk Presiden,” tegasnya.
Oleh karena itu, upaya menggugurkan Omnibus Law UU Cipta Kerja tetap harus dilakukan. Karena UU memiliki ketimpangan serius dan ketikadilan bagi rakyat.
“Kalau diam atau mengikuti permainan rezim, malah membahayakan kehidupan bangsa dan masyatakat,” pungkas Haris. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here