Pelanggar PSBB Kota Pekanbaru di Sidang Secara Online

23
MB86, Pekanbaru
Aparat Penegak Hukum (Gakum) bertindak tegas dalam mengawal pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Kota Pekanbaru, hari ini Rabu (29/04/20), pelaku pelanggar PSBB Kota Pekanbaru diajukan ke meja hijau untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Sebanyak 16 orang tersangka menjalani proses sidang Pengadilan secara online dari Markas Kepolisian Resor Kota (Mapolresta), dari 2 Tempat Kejadian Perkara (TKP) kasus yang berbeda.
Sebagaimana diketahui, pada Sabtu yang lalu, Aparat Polresta Pekanbaru mengamankan 1orang laki-laki yang mencoba melawan Petugas dan tidak menuruti perintah Aparat/Petugas, untuk menjalankan peraturan perundang-undangan terkait pelaksanaan PSBB Kota Pekanbaru.
Kejadian bermula tanggal 18 April 2020 sekitar pukul 11.00 WIB, di Warung Internet (Warnet) Jalan Rambutan, Sidomulyo Timur, Marpoyan Damai, Pekanbaru, pelaku yang berinisial RP (65) seorang buruh harian lepas, beralamat di Jl. Pramuka III, Nomor 27, Kelurahan Lolong Belanti, Padang Utara, Padang, Suatera Barat (Sumbar) tersebut, kedapatan asyik bermain game bersama 3 orang lainnya di Warnet tersebut.
Petugas Kepolisian yang mendapatkan informasi adanya Warnet yang buka, langsung menuju ke lokasi dan mendapati kondisi Warnet yang masih beroperasi dengan pemain lebih kurang 4 orang dan 1 orang Operator yang merupakan pemilik Warnet. Namun setelah diberikan himbauan berulang kali untuk bubar dan menutup Warnet, tidak diindahkan oleh pelaku.
Sementara itu, jajaran Direktorat Kriminal Umum (Ditkrimum) Polda Riau, menjaring 15 orang pelaku atas nama FR dan kawan-kawan (15 orang) dari TKP sebuah tempat hiburan, di Jl. Soekarno Hatta, Kota Pekanbaru, pada hari Jum’at, 10 April 2020, jam 23.00 WIB, dimana pada saat pelaksanaan operasi, ditemukan tempat hiburan masih buka dan beroperasi dan di salah satu room, ditemukan 15 orang sedang melakukan pesta Ulang Tahun (Ultah) dengan cara minum-minuman keras dan memakai Narkoba (dari hasil test urine), kemudian diserahkan ke Yayasan Mercusuar, untuk direhabilitasi dan dilakukan proses penegakan hukum.
Setelah proses penyidikan rampung serta sesuai koordinasi dengan Pejabat Utama (PJU) dan Hakim, hari ini dilakukan sidang secara online terhadap tersangka dan terbuka untuk umum. Tersangka di sidang dari Mapolresta oleh Hakim Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru.
Dalam beberapa kesempatan, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Riau, Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol) Agung Setia Imam Efendy, SIK, SH, M.Si mengatakan, bahwa Polda Riau mengawal dan menjamin PSBB terlaksana sesuai dengan Peraturan Walikota (Perwako) No. 74 dan akan menindak tegas para pelaku yang melanggar.
‚ÄúProses penegakan hukum ini, adalah upaya terakhir dalam penegakan PSBB, setelah upaya lain yang sudah dilakukan, namun masyarakat tetap membandel dengan sengaja melanggar peraturan. Agar proses penegakan hukum ini menjadi perhatian kita semua, supaya berlaku tertib sesuai anjuran Pemerintah. Bahwa semuanya dilakukan secara profesional dan proporsional, mengedepankan upaya persuasif demi memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19 ini,” terangnya. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here