Pemberlakuan PSBB di Kota Bekasi, Walkot Bekasi Tinjau 6 Wilayah

25
MB86, Kota Bekasi
Merujuk pada kewenangan yang telah disetujui oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) dan Perintah Gubernur Jawa Barat (Jabar) mengenai pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Bekasi, Walikota (Walkot) Bekasi, Rahmat Effendi, tinjau 6 titik wilayah yang menjadi pemberlakuan PSBB yang jatuh pada hari ini.
6 titik lokasi yang ditinjau oleh Walkot Bekasi, yakni perbatasan Kecamatan Pondok Gede di Lubang Buaya (Cipayung, Jakarta Timur), perbatasan di Jalan Raya Jatiwaringin, pintu tol masuk Jatiasih yang mengarah ke Jakarta, perbatasan Jatisampurna-Depok di Jl. Pondok Ranggon, perbatasan pintu keluar tol Jatiwarna dan terakhir di exit tol Bekasi Barat.
Sebelumnya telah disepakati oleh Walkot Bekasi, Kepala Polres (Kapolres) Metro Bekasi Kota dan Komandan Kodim (Dandim) 0507 Bekasi, penentuan titik perbatasan yang ada di Kota Bekasi yang menjadi penempatan lokasi PSBB yakni ada 32 titik, untuk proses 14 hari ke depan.
Walkot Bekasi menerangkan, bahwa PSBB ini dibantu penjagaan perbatasan wilayah ini oleh Anggota Tentara Nasional Indonesia/Kepolisian Republik Indonesia (TNI/Polri), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bekasi, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi dan tidak menutup kemungkinan para Aparatur Sipil Negara (ASN) juga memonitoring di wilayah yang telah ditentukan.
Menurutnya, lakukan sosialiasi PSBB ini pada 2 hari diberikan himbauan, di hari ketiga beri peringatan, hari keempat dan kelima jika masih tidak diperingati akan dicatat domisilinya dan berlaku sesuai Undang-Undang (UU) Nomor 6 tahun 2018 yang mengatur tentang Kekarantinaan Kesehatan Tanggung Jawab Pemerintah Pusat dan Daerah, penyelenggaraan kekarantinaan kesehatan di wilayah.
“Kita akan terus sosialisasikan kepada masyarakat, bahwa PSBB ini merupakan langkah serius dalam menghadapi pandemi di Kota Bekasi,” ujar Rahmat.
Berikut Anggota yang bertugas di perbatasan, dengan langkah awal adalah mengecek pengendara penggunaan masker, pembatasan Angkutan Kota (Angkot) di penumpang, motor yang diberlakukan 1 pengendara kecuali berboncengan dengan satu alamat yang sama yaitu keluarganya. Selanjutnya mengecek frekuensi yang keluar dan masuk Kota Bekasi dan langkah terakhir di cek suhu tubuhnya. apabila suhu tubuh melebihi batas normal warga yang dari Jakarta maka dikembalikan ke Jakarta, namun apabila yang dari Kota Bekasi maka disuruh putar balik untuk mengisolasi diri ataupun pergi ke Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) dan bukan hanya itu, tapi dicatat untuk di data dan dipantau perkembanganannya.
“Himbauan ini juga dilakukan harus secara persuasif, diberi pengertian bahwa Virus Corona sangat berbahaya dan kegiatan cek point ini dilakukan di 32 titik perbatasan serta dilakukan oleh Satpol PP, Dishub, pihak Kepolisian, TNI dan medis,” imbuhnya.
Walkot Bekasi, Dr. Rahmat Effendi, sebelum meninggalkan titik cek point memberikan arahan dan juga mengucapkan banyak terima kasih kepada team cek point yang berada di perbatasan-perbatasan.
Walkot Bekasi berharap, semoga dengan adanya kegiatan pemberlakuan PSBB di Kota Bekasi, merupakan langkah selanjutnya untuk memutus mata rantai perkembangan Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) dan sebelum meninggalkan lokasi, Walkot berpesan kepada Petugas perbatasan untuk mengikuti tahap-tahap yang telah diberlakukan sesuai keputusan, seraya itu, Walkot ucapkan terima kasih atas bantuan untuk penjagaan ketat di Kota Bekasi. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here