Penjelasan Ilmiah terkait Covid-19

36

MB86, Bogor

Oleh: drh. Moh. Indro Cahyono (ahli virus)


1. Virus (termasuk Covid-19) hanya bisa bertahan hidup di media yang gelap, basah dan dingin. Dia tidak bisa bertahan hidup lama tanpa perantara media tersebut.

Jika misalnya ada orang yang sudah terinfeksi mengeluarkan droplet (cairan lendir atau ludah) lalu kena di baju, kain, atau meja, maka dia tetap hidup selama droplet itu belum mengering. Jika baju dicuci atau setidak-tidaknya mengering sendiri karena pengaruh lingkungan misalnya karena panas atau disinfektan, maka virusnya akan mati. Begitupun di meja, kursi, lantai, karpet dan sejenisnya. Jika sudah mengering, ya sudah virusnya akan mati.

2. Virus ini tidak bisa hidup di udara. Dia hanya bisa hidup di droplet dan kemudian jatuh ke bawah. Semua jenis virus. Mau virus flu, atau virus lain, sifatnya sama. Bagaimana dengan berjabat tangan? Sama seperti penjelasan Nomor satu. Walau tangan ini termasuk bagian hidup, tapi selama droplet-nya kering, dibersihkan dengan sabun atau hand sanitizer, maka virus pun akan hancur. Karena virus hanya bisa masuk lewat 2 jalur, yakni hidung dan mulut. Maka jika selesai berjabat tangan, dianjurkan membasuhnya dengan sabun atau hand sanitizer.

3. Virus bisa dinetralkan oleh antibody dari dalam tubuh dan antibody bisa dinaikkan produksinya dengan konsumsi vitamin E & C. Budayakan untuk mengkonsumsi vitamin E (brokoli, kelor) dan vitamin C (jeruk, mangga dan lain-lain) selama masa wabah Corona Virus Desease (Covid-19).

4. Yang terinfeksi atau dinyatakan positif, berpeluang sembuh. Jika memiliki riwayat penyakit bawaan seperti paru, TB, hipertensi, asma, kanker dan tumor, sebaiknya berkonsultasi ke Dokter.

5. Bagi manusia yang ketahanan tubuhnya normal dan kemudian dinyatakan positif, dapat melakukan treatment (perlakuan) mandiri di rumah dengan cukup beristirahat, konsumsi vitamin E dan C dan madu, karena dengan asupan vitamin yang bagus, maka produksi antibodi bisa meningkat 2-3 kali lipat dari standard.

Antibodi pada hari ke 7, akan diproduksi tubuh untuk menetralkan virus dan mencapai puncaknya pada hari 14. Jangan panik dan stres, karena stres akan menekan sistem kekebalan kita. Rumah Sakit (RS) sebaiknya dikhususkan untuk kelompok resiko tinggi (lansia, pasien dengan komplikasi penyakit dan gangguan pernafasan kronis), sehingga RS tidak terlalu penuh dan membuat para pejuang kesehatan menjadi kerepotan dan kelelahan.

6. Jangan stres dan panik. Karena jika stres dan panik, memicu reaksi psikosomatis yang berakibat pada menurunnya produksi antibodi dari dalam tubuh.

7. Virus tidak bisa bertahan hidup di tempat kering, terang dan panas. Jika dicurigai ada droplet di perabot rumah, maka cukup dibersihkan saja dengan desinfektan atau cairan pembersih.

8. Pasien yang terinfeksi berpeluang sembuh dalam 14 hari, jika rajin mengkonsumsi vitamin E + C dan cukup istirahat.

9. Manusia yang sudah pernah terinfeksi dan sembuh, masih bisa terkena infeksi ulangan dari lapang, tapi sel memory tubuh akan mengeluarkan antibody lebih cepat (bukan 7 hari sot infeksi pertama) tapi langsung keluar dalam waktu 1 hari (24 jam).

Yang paling penting, dengan adanya Covid-19 ini, semua orang jadi sadar akan pentingnya menjaga kesehatan diri dan lingkungan.

Tumbuhkan rasa optimisme dan pengetahuan tentang virus. Jangan menerima asumsi atau data tidak jelas yang sejak awal memang ditujukan untuk membuat kepanikan rakyat. (Red)

Semoga bermanfa’at.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here