Peraih Penghargaan Adhy Makayasa Akmil 1992, Meraih Bintang

26
Peraih Penghargaan Adhy Makayasa Akmil 1992, Meraih Bintang
MB86, Jakarta
Kolonel Kav Erwin Djatniko, yang menjabat sebagai Wakil Asisten Perencanaan dan Anggaran Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasrena Kasad) bidang Perencanaan sejak 31 Maret 2020, resmi menyandang pangkat bintang satu (Brigadir Jenderal-red) setelah melaksanakan laporan Korps kenaikan pangkat kepada Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, bersama-sama dengan 9 Perwira Tinggi (Pati) TNI Angkatan Laut (AL), 3 Pati TNI Angkatan Udra (AU) dan 12 Pati TNI AD lainnya di Markas Besar (Mabes) TNI, Cilangkap, Jakarta Timur (Jaktim), Jum’at (08/05/20) dan laporan Korps kepada Kasad di Mabesad, pada Senin, (11/05/20).
Demikian rilis yang disampaikan Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Kolonel Inf Nefra Firdaus, di Jakarta, Senin (11/05/20).
Dijelaskan Kadispenad, bahwa Brigjen TNI Erwin Djatniko, S.Sos, merupakan lulusan terbaik Akademi Militer (Akmil) dan peraih Bintang Adhi Makayasa, tahun 1992.
“Bintang Adhi Makayasa, merupakan penghargaan yang diberikan kepada Prajurit lulusan terbaik dari setiap Matra, baik Akmil, AAL, AAU dan Akpol, meliputi tiga aspek, yakni akademis, jasmani dan kepribadian,” ungkap Nefra.
Sosok Brigjen TNI Erwin Djatniko
Jenderal bintang satu yang memiliki gelar Sarjana Ilmu Sosial (S.Sos), yang biasa dipanggil Erwin, dilahirkan dari keluarga sederhana di Kota Cimahi, Jawa Barat (Jabar), 06 Juni 1969. Ayahandanya (alm) Saiman, adalah pensiunan Pegawai Negeri Sipil Pemerintah Daerah (PNS Pemda) Provinsi Jabar dan Ibundanya (almh) Sunarmi, adalah pensiunan Kepala Sekolah Dasar (Kepsek SD) di Kota Cimahi.
Erwin merupakan anak ke-6 dari 10 bersaudara. Atas didikan dan kasih sayang kedua orang tuanyalah serta saudara-saudaranya, Erwin bisa seperti saat ini.
Erwin lulus Sekolah Menengah Atas (SMA) tahun 1987 dan mendaftar menjadi Taruna Akmil sampai 3 kali, yakni tahun 1987, 1988 dan 1989.
Setelah gagal masuk Taruna AkmilĀ  tahun 1987 dan 1988, akhirnya dengan semangat tanpa kenal menyerah, di tahun 1989, Erwin berhasil diterima menjadi Taruna Akmil.
Setelah lulus Akmil tahun 1992 dan mendapatkan anugerah lulusan terbaik, Adhi Makayasa, Erwin memulai karier militernya sebagai Komandan Peleton (Danton), Perwira Seksi (Pasi) dan Komandan Kompi (Danki) di Batalyon Kavaleri (Yonkav) 3/Serbu. Selanjutnya setelah mengikuti Sekolah Lanjutan Perwira Kavaleri/Selapakav (saat ini Pendidikan Lanjutan Perwira/Diklapa II), Erwin beralih tugas di Pusat Pendidikan Kavaleri (Pusdikkav). Setelah Sekolah Staf dan Komando AD (Seskoad), Erwin ditugaskan di Pusat Kesenjataan Kavaleri (Pusenkav), selanjutnya mendapat amanah sebagai Danyonkav 3/Tank dan Komandan Kodim (Dandim) 0821/Lumajang, Daerah Militer (Dam) V/Brawijaya (Brw).
Selanjutnya pindah ke Staf Perencanaan AD (Srenad) Mabesad sebagai Perwira Pembantu Madya Manajemen Staf Pangkalan Pembantu (Pabandya Jemen Spaban) I/Rencana Strategis dan Manajemen (Renstrajemen), kemudian ditugaskan ke Komando Daerah Militer (Kodam) XII/Tanjungpura (Tpr) sebagai Asisten Perencanaan Kodam (Asrendam).
Setelah Sekolah Staf Komando (Sesko) TNI, ditugaskan sebagai Direktur Pembinaan Kesenjataan Pusat Kesenjataan Kavaleri (Dirbinsen Pusenkav), selanjutnya menjabat sebagai Paban I/Ren Staf Perencanaan AD (Spersad) dan kemudian mendapat amanah sebagai Komandan Korem (Danrem) 043/Garuda Hitam (Gatam) Komando Daerah Militer (Kodam) II/Sriwijaya (Swj), yang terletak di Provinsi Lampung. Selanjutnya menjadi Perwira Menengah Datasemen Markas (Pamen Denma) Mabesad, dalam rangka mengikuti pendidikan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) dan sejak 31 Maret 2020 menjadi Waasrena Kasad Bidang Perencanaan hingga sekarang.
Sedangkan penugasan yang pernah dijalani adalah Kursus Komandan Peleton Kavaleri (Susdantonkav) di Jerman tahun 1997/1998, Kartika Exchange Program di Australia tahun 1998, Pengamanan Daerah Rawan (Pamrahwan) di Timor Timur (saat ini sudah menjadi sebuah Negara Timor Leste) tahun 1998/1999, penugasan sebagai Milob di Kongo tahun 2005/2006 dan penugasan Republik Rakyat China (RRC) tahun 2015, serta penugasan Singapura dan Jerman tahun 2016.
Suami dari Dwi Sekarsiwi AT iniĀ  dikaruniai 2 orang Putri, Anak tertua Farah Edwina Putri yang kini berusia 17 tahun dan adiknya Safira Edwina Putri yang berusia 15 tahun. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here