Polda Jateng Telah Menangkap Tujuh Diduga Pelaku Pengeroyokan Habib Umar Assegaf

18
Bidik 86, Surakarta
Polda Jawa Tengah (Jateng) sampai dengan hari ini telah menangkap tujuh orang yang diduga sebagai pelaku pengeroyokan Habib Umar Assegaf dan keluarganya, di acara Midodareni (do’a di malam sebelum akad nikah) yang digelar, Jalan Cempaka, Nomor 81, Kampung Mertodranan, RT. 1/1, Kelurahan/Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Surakarta, Sabtu (08/08/20) malam kemarin.
Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jateng, Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol) Drs. Ahmad Luthfi, SH, S.St, MK menjelaskan, dari tujuh pelaku, lima orang telah ditetapkan sebagai tersangka dan dua masih dalam proses pendalaman. Hal ini disampaikan oleh Kapolda Jateng, saat konferensi Pers di Loby Markas Kepolisian Resort Kota (Mapolresta) Surakarta, Kamis (13/08/20).
“Kami sudah memeriksa 35 orang saksi dari masyarakat sekitar, yang melihat dan mendengar secara langsung kejadian kemarin. Perannya masing-masing pelaku masih didalami oleh Penyidik, tersangka masih di wilayah seputaran Pasar Kliwon,” jelas Kapolda Jateng.
Pelaku berinisial BD, ML, RN, MM dan MS, N dan A, Ketujuh pelaku diancam dengan Pasal 170 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) dan 160 KUHP, serta Pasal 335 KUHP junto (jo) Pasal 55 KUHP dan 56 KUHP, tentang Kekerasan Terhadap Orang di Muka Umum.
Kapolda Jateng menegaskan kepada para pelaku, untuk segera menyerahkan diri serta menghimbau kepada masyarakat yang memiliki informasi tentang kelompok intoleran, untuk segera menyampaikan kepada pihak Kepolisian.
“Negara tidak boleh kalah dengan intoleransi, kelompok radikal dan premanisme. Para pelaku untuk segera menyerahkan diri atau kita tangkap. langit runtuh akan tetap kita kejar dan tegakkan hukum atas kasus ini,” tegas Kapolda Jateng.
Kapolda Jateng menambahkan, Kepolisian Republik Indonesia (Polri) tidak akan pandang bulu dalam menangani kelompok radikal dan kelompok intoleran.
“Polri tidak pandang bulu, semua sama di muka hukum, tidak peduli itu kelompok radikal atau kelompok intoleran, akan kita lakukan tindakan hukum,” tegas Kapolda Jateng. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here