Polda Metro Jaya Tangkap Kawanan  Perampok Nasabah Bank Yang Viral di Depok

26
Bidik 86, DKI Jakarta
Polda Metro Jaya, Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta, menangkap sindikat perampokan Nasabah Bank, yang sempat viral di Kota Depok, Jawa Barat (Jabar). Dari 12 pelaku yang ditangkap, 3 diantaranya tewas tertembak karena melakukan perlawanan.
“Setelah melakukan penyelidikan selama satu bulan dan kita berhasil menangkap pelaku yang berjumlah 12 orang. Ketika dalam penangkapan, mereka mempersenjatai diri dengan Senpi. Kami kemudian melakukan tindakan tegas dan terukur kepada 3 pelaku, jadi dari 12 orang 3 meninggal dunia,” kata Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Metro Jaya, Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol) Nana, kepada Wartawan, di Polda Metro Jaya, DKI Jakarta, Jum’at (19/06/20).
Aksi sindikat tersebut terjadi di Bojongsari, Depok, pada Selasa (05/05/20) siang. Pada saat itu, sopir si Nasabah Bank dan pelaku, sempat tarik-tarikan tas di tengah jalan.
Para pelaku ditangkap Tim Sub Direktorat Reserse Mobil Direktorat Reserse Kriminal Umum (Subdit Resmob Ditreskrimum) Polda Metro Jaya, di bawah Pimpinan Ajun Komisaris Besar Polsi (AKBP) Handik Zusen, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Herman Simbolon, AKP Eko Baramula, Inspektur Polisi Dua (Ipda) Adin Rifa’i dan Inspektur Polisi Satu (Iptu) Muhidin. Proses penangkapan para pelaku dilakukan selama 2 hari, tanggal 13-14 Juni, di daerah Depok, Tangerang, hingga Bogor.
Irjen Pol Nana menambahkan, hingga kini pihaknya juga masih melacak 3 pelaku lainnya dengan inisial A, AM dan H, yang kini masih berstatus buron.
“Kami perlu sampaikan, terkait sindikat Nasabah Bank ini, kami masih mencari 3 DPO yang sedang kami terus lacak keberadaannya. Sedangkan sisanya yang meninggal dunia 3 orang yaitu BS, RR, AMT,” ujar Irjen Pol Nana.
“Mereka meninggal dunia karena melawan saat pengembangan dan penangkapan. Diantara mereka, 1 orang pelaku atas nama DF, merupakan residivis yang udah biasa keluar masuk penjara,” sambung Kapolda Metro Jaya.
9 tersangka lainnya dengan inisial WA (24), YBS (22), DF (24), DD (26), DD (21), H (24), T (34), E (48) dan S (29), kini sudah ditahan di Polda Metro Jaya.
Namun, Irjen Pol Nana memastikan, residivis tersebut bukan merupakan bagian dari narapidana (napi) asimilasi yang dibebaskan Pemerintah.
Polisi juga berhasil mengamankan beberapa barang bukti (bb) dari tangan pelaku. Antara lain 3 pucuk Senjata Api (Senpi) jenis Revolver rakitan, 8 butir peluru, 1 buah gergaji, 2 kikir, 6 buah karet ban yang sudah dimodifikasi ditempeli paku, serta sebuah kawat payung yang dimodifikasi.
Atas perbuatannya, para pelaku dikenai hukuman dengan Pasal 365 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) dan atau Pasal 363 KUHP dan atau Pasal 1 Ayat (1) Undang-Undang (UU) Darurat Republik Indonesia (RI) Nomor 12 tahun 1951. Adapun ancaman hukumannya adalah pidana penjara minimal 7 tahun dan maskimal 20 tahun.
Seperti diberitakan sebelumnya, aksi perampokan Nasabah Bank terjadi di Bojongsari, Depok, pada Selasa, 05 Mei 2020 siang. Saat itu mobil yang ditumpangi korban sedang berhenti di pinggir jalan.
Modus pelaku adalah dengan memecahkan kaca mobil. Saat itulah, salah satu pelaku mengambil tas berisi uang Rp80 juta dan kemudian melarikan diri.
Namun aksi pelaku itu diketahui sopir Nasabah Bank tersebut. Sang sopir kemudian berlari mengejar pelaku, hingga terjadi tarik-menarik tas di tengah jalan.
Uang pun berserakan di tengah jalan. Para pelaku yang semakin terhimpit, akhirnya melarikan diri. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here