Polda Riau Inisiasi Penyemprotan Disinfektan Serentak di 6 Kab/Kota yang Melaksanakan PSBB

26
MB86, Bangkinang
Polda Riau, inisiasi kegiatan penyemprotan cairan disinfektan, guna memutus mata rantai penyebaran Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) secara serentak, yang digelar di 6 Kabupaten dan Kota di Provinsi Riau, yang melaksanakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Personil gabungan Kepolisian Republik Indonesia (Polri), Tentara Nasional Indonesia (TNI) maupun Pemerintah Daerah (Pemda), stakeholder terkait dan para relawan turun bersama-sama ke jalan dan area publik, serta Perumahan masyarakat, Minggu (17/05/20).
Penyemprotan serentak dipusatkan di Bangkinang, Kabupaten Kampar. Apel penyemprotan dipimpin oleh Gubernur selaku Ketua Gugus Tugas Provinsi Riau, Drs. H. Syamsuar, M.Si, didampingi oleh Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Riau, Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol) Agung Setya Imam Effendi, SH, SIK, M.Si, Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) Roesmin Noerjadin, Marsekal Pertama (Marsma) TNI Rony Irianto Moningka, ST, MM, dan Komandan Resor Militer (Danrem) 031/Wirabima, Kolonel Inf. M. Syech Ismed, bertempat di Bundaran Balai Bupati Kab. Kampar.
Kegiatan apel dimulai dengan penyerahan secara simbolis alat semprot kepada perwakilan Petugas pelaksana penyemprotan. Selanjutnya Gugus Tugas Penanganan Covid-19 juga menyerahkan 2000 buah masker dan 300 buah handsanitizer kepada perwakilan Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) dan Bintara Pembina Masyarakat (Babinsa), guna mendukung pelaksanaan tugas di lapangan.
Penyemprotan disinfektan di Kab. Kampar, dilakukan melalui 3 rute yakni Rute A dari start Bundaran Balai Bupati menuju Jalan Lintas Pekanbaru, Rute B dari start menuju Jl. Ahmad Yani-Jl. Jend. Sudirman-Jl. Rahman Saleh dan Rute C mulai Balai Bupati-Pabrik Karet-Jl. Jend. Sudirman-Jl. Ahmad Yani. Selanjutnya juga dilakukan penyemprotan secara door to door dengan sasaran 20 Masjid, 2 Gereja, 1 terminal dan kompleks perkampungan penduduk yang ada di Bangkinang.
Gubernur Riau dalam sambutannya mengatakan, penyemprotan secara serentak ini dilaksanakan untuk mendukung pelaksanaan PSBB di 6 Kab/Kota, yakni Pekanbaru, Kampar, Siak, Pelalawan, Bengkalis dan Dumai. Ucapan terima kasih diucapkan kepada Kapolda Riau, yang telah mendukung suksesnya penyemprotan serentak hari ini. Pelaksanaan PSBB sejatinya bukan melarang masyarakat berkegiatan, namun membatasi kegiatan diluar dengan menerapkan physical distancing dan social distancing, serta selalu memakai masker. PSBB yang dilaksanakan adalah bagian kebijakan Pemerintah untuk memutus penularan Covid-19, diharapkan masyarakat ta’at dan patuh dengan kebijakan yang diterapkan.
Adapun jumlah Personil yang terlibat penyemprotan disinfektan serentak di 6 Kab/Kota di Prov. Riau, yang melaksanakan PSBB sebanyak 997 Personil, dengan rincian sebagai berikut:
1. Polri                                    : 573 Personil
2. TNI                                      : 129 Personil
3. BPBD                                  : 51 Personil
4. Dinkes                                : 40 Personil
5. Dishub                                : 79 Personil
6. Damkar                              : 4 Personil
7. Satpol PP                           : 95 Personil
8. Perusahaan                       : 6 orang
9. Relawan Covid/masyarakat: 21 orang
Total peralatan yang digunakan 181 Unit dengan rincian:
1. Mobil awc                   : 14 Unit
2. Mobil double cabin   : 34 Unit
3. Mobil Damkar            : 4 Unit
4. Mobil Patroli               : 12 Unit
5. Mobil public address: 5 Unit
6. Kendaraan R2            : 10 Unit
7. Alat semprot              : 102 Unit
Semua Personil dan perlengkapan, bergerak secara serentak di 6 Kab/Kota yang melaksanakan PSBB sesuai rute yang telah ditentukan, guna memutus penularan Covid-19 di Prov. Riau.
Pada kesempatan wawancara bersama media di Markas Komando Kepolisian Resor (Mako Polres) Kampar, Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setia Imam Efendy, SIK, MH, M.Si mengatakan, PSBB di 5 Kota dan Kabupaten ini, harus bisa terlaksana dengan baik sebagaimana di Kota Pekanbaru yang sudah mulai kegiatan berjalan baik.
– Kemarin kita sudah melakukan konsolidasi yang gunanya untuk menyamakan persepsi dan pemikiran dalam pelaksanaan PSBB dan hari ini kita lakukan disinfektan bersama masyarakat adalah bentuk konkrit dalam memutus penyebaran Covid-19.
Ada tiga hal utama yang menjadi fokus dalam PSBB, yakni:
– Pertama, bagaimana kita bersama mampu untuk memutuskan penyebaran Covid-19, dengan mematuhi protokol kesehatan, Standar Operasional Prosedur (SOP) pencegahan.
– Yang kedua, intervensi kesehatan dari pasien yang Orang Dalam Pemantauan (ODP) maupun Pasien Dalam Pengawasan (PDP) hingga sembuh dan sehat kembali.
– Ketiga, adalah dampak sosial di masyarakat dari Covid-19 ini, untuk meningkatkan ekonomi dengan cara bertani dan beternak ikan, sebagaimana yang telah kita lakukan di Pelalawan.
– Informasi menjadi sangat penting karena pencanangan Stay at Home ataupun Work From Home (WFH), masyarakat mencari informasi baik dari media sosial (medsos) maupun secara online. Saya mengajak media untuk memberikan informasi yang positif untuk menguatkan masyarakat.
Menjawab pertanyaan media tentang pelaksanaan PSBB di 5 Kabupaten/Kota, Irjen Agung menjelaskan, bahwa karakter masyarakatnya yang berbeda, model penanganan juga berbeda.
– Pertama, akan mengcluster mana daerah merah dan daerah kuning. Daerah merah akan menjadi tinjauan langsung oleh Polres setempat. Selanjutnya, di daerah yang lain akan di back up oleh Polda, untuk penguatan dan penebalan daerah zona kuning.
Dapur Umum dan Bantuan Sosial (Bansos) dilaksanakan di Kab/Kota yang melakukan PSBB.
Disinggung perlunya tindakan tegas oleh Petugas, Kapolda menerangkan dengan melakukan himbauan kepada masyarakat, sedangkan penegakan hukum seperti yang sudah kita lakukan di Pekanbaru, bahwa penegakan hukum adalah upaya terakhir setelah semua langkah dilakukan. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here