Polres Kuansing Kembali Tangkap Pelaku PETI

10
Bidik 86, Kuansing
Tidak lama berselang dari penangkapan dua orang pelaku penampung, pengolah dan pemurni emas hasil Penambang Emas Tanpa Izin (PETI) di Desa Ketaping, Kecamatan Inuman, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, 10 September lalu, unit Operasi Internal Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resort (Opsnal Satreskrim Polres) Kuansing, Selasa 15 September 2020, kembali menangkap satu orang pelaku yang beroperasi di Ds. Titian Dodang Kopah, Kec. Kuantan Tengah.
RH (31) bersama beberapa barang bukti (bb) berupa perangkat alat pembakar emas, uang tunai Rp34.113.000,- serta biji emas hasil PETI, telah diamankan di Markas Polres (Mapolres) Kuansing, guna proses penyidikan.
Kepala Polres (Kapolres) Kuansing, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Henky Poerwanto, SIK, MM, ketika diminta konfirmasi, membenarkan adanya penangkapan pelaku bakar emas hasil dari PETI Emas (Dompeng) tersebut.
“Iya betul, kini pelaku dan bb telah diamankan di Mapolres Kuansing,” terang Henky.
Menurut Henky, masih adanya para pelaku bakar emas hasil PETI Dompeng,  akan membuat para pelaku PETI Dompeng emas terdorong untuk melakukan aktifitas yang melanggar hukum tersebut.
“Para penampung, pengolah/pemurni emas yang menjadi tempat pemasaran hasil aktifitas PETI Dompeng emas, akan terus kita ungkap, agar memutus mata rantai penjualannya, sehingga para pelaku PETI Dompeng emas, akan lebih kesulitan dalam melakukan aktifitas melanggar hukum tersebut, karena tidak ada penampungnya,” tutur Henky.
Atas perbuatannya, kata Henky, pelaku RH dijerat pasal 161 Undang-Undang (UU) RI Nomor 3 tahun 2020 tentang Perubahan atas UU RI no. 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here