Presiden: Sinergi adalah Kunci Membangun Kekuatan Pertahanan yang Kokoh dan Efektif

7
Bidik 86, Jakarta
Dalam peringatan ke-75 Hari Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang mengangkat tema “Sinergi untuk Negeri”, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, bahwa sinergi yang dilakukan oleh TNI dengan berbagai elemen bangsa, merupakan hal yang dibutuhkan untuk membangun kekuatan pertahanan yang kokoh dan efektif. Oleh karena itu, seluruh Anggota dan Prajurit TNI dengan karakter pejuangnya, harus mampu bersinergi dengan lainnya, agar dapat bahu-membahu mewujudkan kokoh dan efektifnya pertahanan Bangsa dan Negara.
“Selalu siap untuk bersinergi, bekerjasama bahu-membahu dengan berbagai elemen bangsa, sinergi antar Korps, sinergi antar Matra, sinergi antar Instansi dan sinergi antara TNI dan Polri. Sinergi adalah kunci untuk membangun kekuatan pertahanan yang semakin kokoh dan efektif,” ujar Presiden, dalam amanatnya selaku Inspektur Upacara (Irup) pada peringatan ke-75 Hari TNI, di Istana Negara, Jakarta, Senin, 05 Oktober 2020.
Selain terus bersinergi, transformasi Organisasi TNI juga sudah selayaknya untuk dilanjutkan, agar TNI tetap relevan dalam mengemban tugasnya di era perubahan saat ini.
Presiden mengatakan, bahwa dalam lima tahun terakhir, TNI telah melakukan transformasi Organisasi secara signifikan dengan melakukan pembentukan Satuan-satuan Organisasi yang baru untuk mendukung hal itu. Diantaranya ialah pembentukan Organisasi baru seperti Divisi 3 Komando Strategi Angkatan Darat (Kostrad), Komando Operasi Angkatan Udara (Koopsau) III, Komando Armada (Koarmada) III, Pasukan Marinir (Pasmar) 3, hingga Satuan Siber (Sat Siber) TNI.
“Pembentukan Satuan-satuan Organisasi baru TNI ini, merupakan bentuk komitmen Pemerintah untuk terus melakukan transformasi Organisasi TNI, agar TNI semakin kokoh dalam menjalankan perannya,” imbuhnya.
Kedepannya, transformasi Organisasi tersebut harus didukung oleh transformasi teknologi dan Personil yang mengendalikannya. Saat ini kita sedang berada dalam era lompatan teknologi yang akan memengaruhi taktik, strategi dan ancaman keamanan.
Untuk itulah transformasi diperlukan dalam rangka memahami sekaligus memanfa’atkan lompatan di bidang teknologi informasi, teknologi nano dan teknologi kecerdasan buatan dalam mendukung tugas-tugas TNI. Seluruh pihak juga harus bersungguh-sungguh untuk mengubah kebijakan dari kebijakan belanja pertahanan, menjadi investasi pertahanan jangka panjang yang dirancang sistematis dan dijalankan secara konsisten dan berkelanjutan.
“Hanya melalui investasi pertahanan jangka panjang yang terencana, TNI akan mampu menjadi kekuatan perang modern yang mengikuti perkembangan teknologi termaju,” kata Presiden.
Di penghujung amanatnya, Kepala Negara sekaligus menyampaikan apresiasinya atas kontribusi Prajurit TNI yang selalu siap mengawal Pancasila, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 dan Bhinneka Tunggal Ika, serta yang penuh kesungguhan bertugas di daerah pedalaman, wilayah perbatasan, wilayah terpencil di Pulau-pulau terdepan dan yang bertugas di Luar Negeri sebagai pasukan pemelihara perdamaian.
Presiden juga memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Prajurit TNI yang selalu berada di garda terdepan dalam misi kemanusiaan dan atas peran aktif TNI dalam penanganan dampak pandemi Corona Virus Desease 2019 (Covid-19), baik dalam mendisiplinkan penerapan Protokol Kesehatan (Protkes) maupun dalam perawatan di Rumah Sakit (RS) TNI.
“Terus tingkatkan kemampuan, profesionalisme dan kesiapsiagaan untuk menerima tugas-tugas selanjutnya. Pegang teguh amanat Sapta Marga dan Sumpah Prajurit, jagalah terus kemanunggalan TNI dengan rakyat, jadikanlah sinergi sebagai kekuatan membangun Negeri dan membawa Indonesia menjadi Negara maju,” tandasnya. (Red)
Sumber:
Humas Kemensetneg
https://www.setneg.go.id/baca/index/presiden_sinergi_adalah_kunci_membangun_kekuatan_pertahanan_yang_kokoh_dan_efektif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here