Puskesmas Jatisari Adakan Pendampingan Pelayanan Penurunan Stanting Tk. Kecamatan TA 2020

10
Bidik 86, Karawang
Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Jatisari adakan pendampingan pelayanan penurunan stunting tingkat Tingkat (Tk) Kecamatan Tahun Anggaran (TA) 2020, yang diadakan di Aula Kecamatan Jatisari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat (Jabar), pada hari Rabu, 16 September 2020.
Acara pendampingan pelayanan stunting tersebut melibatkan dua wilayah, yaitu Ds. Mekarsari dan Ds. Barugbug, juga dihadiri oleh Satuan Tugas (Satgas) stunting dari Kab. Karawang dan Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Jatisari.
“Stunting merupakan gangguan pertumbuhan kronis pada anak Balita akibat kekurangan asupan nutrisi atau mal-nutrisi dalam waktu cukup lama. Penyebabnya adalah makanan yang ia konsumsi tidak memenuhi kebutuhan nutrisi sesuai usia si anak. Pada umumnya, stunting terjadi pada Balita, khususnya usia 1-3 tahun. Pada rentang usia tersebut, ibu seharusnya sudah bisa melihat apakah si anak terkena stunting atau tidak. Meski baru dikenali setelah lahir, ternyata stunting bisa berlangsung sejak si anak masih berada dalam kandungan,” papar Kepala Puskesmas Jatisari, Tatang Muhtar, S.Kep, kepada awak media Bidik 86.
Menurutnya, salah satu dampak stunting yang bisa dilihat adalah tinggi dan berat badan anak jauh di bawah rata-rata anak seusianya.
“Selain itu, stunting juga bisa membuat anak mudah sakit, punya postur tubuh kecil ketika dewasa dan menyebabkan kematian pada usia dini. Stunting juga bisa memengaruhi kecerdasan anak. Anak kemungkinan akan sulit belajar dan menyerap informasi, baik secara akademik maupun non akademik, karena kekurangan nutrisi sejak dini,” terangnya.
H.Tatang menambahkan, bahwa anak harus sehat, cerdas, kreatif dan produktif.
“Jika anak-anak terlahir
sehat, tumbuh dengan baik dan didukung oleh pendidikan yang berkualitas, maka mereka akan
menjadi generasi yang menunjang kesuksesan pembangunan bangsa. Sebaliknya, jika anak-anak terlahir dan tumbuh dalam situasi kekurangan gizi kronis, mereka akan menjadi anak
Kurang gizi,” jelasnya.
Anak mencerminkan kondisi gagal tumbuh pada anak Bayi Lima Tahun (Balita) akibat dari kekurangan gizi kronis, sehingga anak menjadi terlalu pendek untuk usianya.
“Kekurangan gizi kronis terjadi sejak bayi dalam kandungan hingga usia dua tahun. Dengan demikian, periode 1000 hari pertama kehidupan, seyogyanya mendapat perhatian khusus, karena menjadi penentu tingkat pertumbuhan fisik, kecerdasan dan produktivitas seseorang di masa depan,” tegas Kepala Puskemas Jatisari tersebut. (Hendi Suhendi).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here