Raih Keuntungan Pribadi, Diduga Ada Kongkalikong Pihak Terkait Proyek Aceh Hebat Rutilahu

42
MB86, Aceh Timur
Pembangunan Rumah Tidak Layak Huni atau lebih dikenal dengan sebutan Rutilahu, adalah rumah bantuan yang diperuntukkan bagi kaum dhu’afa yang tidak memiliki tempat tinggal atau kondisi rumahnya yang tidak layak untuk di huni.
Seiring banyaknya informasi dari masyarakat tentang pembangunan yang tidak sesuai spek, membuat Ketua Lembaga Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Aceh Timur, Saiful Anwar bersama awak media, melakukan investigasi langsung ke lapangan, Selasa, 18 Mei 2020.
“Melalui program ‘Aceh Hebat’, proyek¬† rumah dhu’afa ini menjadi program prioritas dengan sumber anggaran Dana Otonomi Khusus (DOK) Aceh,” jelas Saiful.
Lanjutnya, “namun sayang seribu sayang,¬† niat baik Pemerintah Aceh untuk mewujudkan rumah idaman bagi kaum dhu’afa, tidak seindah yang dibayangkan, disinyalir banyak Drakula yang mencoba merampas hak-hak tersebut untuk mencari keuntungan pribadi. Alhasil, banyak temuan di lapangan yang tidak sesuai dengan program Aceh Hebat, sebagaimana diperuntukkan dalam aturannya,” ujarnya.
“Dalam proses pengerjaan pun tak sedikit Oknum rekanan yang bermain, pengerjaan rumah bantuan dhu’afa tersebut dikerjakan asal-asalan, tidak sesuai spek dan teknis perencanaan, tentu saja untuk mencari keuntungan lebih,” bebernya.
“Proses menilep keuntungan yang diduga dengan cara mengurangi material dari volumenya, mustahil jika tanpa adanya kongkalikong bersama pihak terkait lainnya,” katanya.
“Seperti dalam proses pengerjaan pembangunan rumah dhu’afa di Desa Muenasah Puuk, Kecamatan Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur, Aceh, diduga pengerjaannya tidak sesuai RAB Perkim Aceh, dimana stik tiang besi sudah dikurangi,” tandasnya.
“Kita meminta kepada pihak Gakum untuk memantau pembangunan rumah dhu’afa dan menindak tegas Oknum/Dracula yang sudah memperkosa hak kaum dhu’afa, apalagi sekarang sudah banyak informasi yang diterima oleh LSM, tentu jika ada temuan akan segera kami laporkan,” tutupnya.
Saat dihubungi, Kepala Bidang Perumahan dan Permukiman (Kabid Perkim), Agus salim dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), Said, lewat pesan WA mengatakan, “akan segera kita minta rekanan untuk membongkarnya dan harus dikerjakan/diperbaiki sesuai dengan spek yang ada, harus sesuai dengan RAB,” tulisnya dalam pesan WhatsApp (WA). (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here