Ratas Melalui Video Conference Mengenai Laporan Tim Gugus Tugas  Percepatan Penanganan Covid-19

18
MB86, Bogor
Bismillaahir rahmaanir rahiim,
Assalaamu ’alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuh.
Yang saya hormati Bapak Wakil Presiden (Wapres), Bapak-Ibu sekalian yang saya hormati. Sebelum Ketua Gugus Tugas menyampaikan laporan, saya ingin menyampaikan beberapa hal, ingin menekankan beberapa hal.
Yang pertama, mengenai penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di 4 Provinsi dan 22 Kabupaten dan Kota. Saya ingin memastikan, bahwa ini betul-betul diterapkan secara ketat dan efektif.
Dan saya melihat beberapa Kabupaten dan Kota, telah melewati tahap pertama dan akan masuk ke tahap kedua. Ini perlu evaluasi mana yang penerapannya terlalu over, terlalu kebablasan dan mana yang masih kendor.
Evaluasi ini penting, sehingga kita bisa melakukan perbaikan-perbaikan di Kota, Kabupaten, maupun Provinsi, yang melakukan PSBB. Yang kedua, setiap daerah yang melakukan PSBB harus memiliki target-target yang terukur.
Ada targetnya, misalnya berapa jumlah pengujian sampel yang telah dilakukan, tes Polymerase Chain Reaction (PCR) yang telah dilakukan, apakah pelacakan yang agresif telah dikerjakan, berapa yang telah di-tracing setiap hari, betul-betul ini harus dikerjakan.
Kemudian juga apakah isolasi yang ketat juga dilakukan, karena saya melihat ada yang sudah positif saja masih bisa lari dari Rumah Sakit (RS), yang Pasien Dengan Pengawasan (PDP) masih beraktivitas ke sana kemari.
Kemudian juga apakah warga yang beresiko, yang Manusia Lanjut Usia (Manula), yang memiliki riwayat penyakit, riwayat komorbid, ini sudah diproteksi betul.
Evaluasi-evaluasi yang terukur seperti ini perlu dilakukan. Kemudian yang ketiga, kita harus melakukan monitor secara ketat potensi penyebaran di beberapa klaster.
Ada klaster pekerja migran, klaster jema’ah tablig, ada klaster Gowa, ada klaster rembesan pemudik, ada klaster industri, ini perlu betul-betul dimonitor secara baik.
Kita lihat bahwa pekerja migran Indonesia, laporan yang saya terima sudah 89 ribu yang sudah kembali dan akan bertambah lagi kemungkinan 16 ribu.
Ini betul-betul harus ditangani, dikawal secara baik di lapangan sehingga jangan sampai muncul gelombang kedua.
Yang lain juga klaster industri, kita harus memastikan industri-industri yang diizinkan beroperasi, itu yang mana.
Harus di cek di lapangan, mereka melakukan protokol kesehatan secara ketat atau tidak.
Yang keempat, yang berkaitan dengan program jaring pengaman sosial. Saya tadi pagi sudah mendapatkan laporan dari Pak Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) mengenai Program Keluarga Harapan (PKH), paket Sembilan Bahan Pokok (Sembako), Bantuan Sosial Tunai (BST), Bantuan Langsung Tunai (BLT), Dana Desa (DD) sudah berjalan, tetapi saya minta kecepatan agar Bansos ini sampai di tangan keluarga penerima, betul-betul semakin cepat diterima akan semakin baik.
Saya minta minggu ini, ini sudah semuanya bisa diterima.
Dan saya minta Menteri Sosial (Mensos), juga Gubernur, Bupati, Wali Kota (Walkotl, Camat, sampai Kepala Desa (Kades), turun ke lapangan menyisir.
Saya minta juga diberi fleksibilitas kepada daerah, agar kalau ada warga yang miskin yang belum dapat, segera bisa dicarikan solusinya.
Saya juga minta data penerima Bansos dibuka secara transparan, siapa yang dapat, kriterianya apa, jenis bantuannya apa, sehingga jelas, tidak menimbulkan kecurigaan-kecurigaan dan kita bisa melakukan segera koreksi di lapangan.
Tadi sudah saya sampaikan mengenai persoalan timing betul-betul harus di-manage secara baik, karena ada bantuan dari Pusat, dari Daerah, kemudian juga dari Desa.
Yang terakhir, saya minta dibuat hotline untuk pengaduan sehingga apabila menemukan penyimpangan-penyimpangan, kita bisa ketahui secara cepat.
Saya rasa, itu sebagai pengantar yang bisa saya sampaikan. (Red)
Terima kasih.
04 Mei 2020

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here