Realisasi DD Tahap Satu Ds. Tanjung Beringin Diduga Kuat Tidak Transparan, Kades Enggan Komentar

22
MB86, Kaur
Pemerintah Desa (Pemdes) Tanjung Beringin, Kecamatan Luas, Kabupaten Kaur, Bengkulu, realisasikan Dana Desa (DD) tahap pertama, membangun jalan sentral produksi dengan volume: panjang 200 meter, lebar 150 cm dan tinggi 15 cm. Bangunan ini diharapkan bisa mengakses warga menuju lahan pertanian.
Dari hasil pantauan awak MB86, pada hari Sabtu, 02 Mei 2020 di lokasi kerja, bangunan rabat beton tersebut diduga tidak sesuai teknis dalam prosesĀ  pengerjaanya, sebagaimana ketentuan dalam pekerjaan jenis rabat beton yaitu adukan yang harus menggunakan molen. Namun bangunan tersebut dikerjakan secara manual, dengan mengaduk pasir campur sertu juga batu bujang di dalam kotak aduk yang berukuran kira-kira panjang 2 m, lebar 1,5 m dan tinggi 25 cm.
Tidak hanya itu, upah pekerja tidak berdasarkan Hari Orang Kerja (HOK) melainkan diborongkan dengan harga Rp90.000-,/ meter. serta harga satuan kubikasi pembelian material tidak sesuai dengan harga standar satuan Kabupaten atau Standar Nasional Indonesia (SNI), pasalnya material jenis pasir, krokos dan batu, dibeli dari warga dengan harga Rp180.000-,/kubik untuk jarak agak jauh dan Rp160.000-,/kubik untuk jarak agak dekat. Jika mengacu pada Rencana Anggaran Biaya (RAB), realisasi DD Tanjung Beringin dinilai banyak penyimpangan.
Dari sumber terpercaya mengatakan, mengenai adukan manual yang tidak menggunakan molen tersebut, karena medan jalannya tidak memungkinkan untuk membawa molen ke lokasi pekerjaan. Awak media menilai, alasan ini tidak rasional dan hanya alibi belaka.
“Ya, volume bangunan ini dengan panjang 200 m, masing-masing 150 m dengan 50 m, lebar 150 cm, tingi 15 cm. Kita pakai adukan manual, karena untuk membawa molen ke lokasi, tidak bisa karena jalan ini adalah tebing. Untuk material jenis pasir, krokos dan batu, harganya Rp180.000-,/kubik yang agak jauhan dan Rp160.000-,/kubik untuk yang dekat. Kalau untuk takaran adukan kotak, hasilnya sekitar dua meter kurang, dengan semen 2 zak dan material krokos, batu dan pasir, keseluruhan kira-kira satu kubik, adukan dicampur dengan batu dan krokos. Tapi saya sarankan kepada rombongan, batu tersebut jangan hanya dihamparkan,” terangnya kepada MB86, saat di lokasi pekerjaan, Sabtu, 02 Mei 2020.
Mirisnya, proyek yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Ngara (APBN) tahun 2020 melalui DD ini dinilai tidak transparan, karena papan nama proyek saja tidak ada. Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Desa (Kades) Tanjung Beringin, Alpin, bungkam dan enggan berkomentar tentang jumlah pagu dananya, saat dihubungi via WhatsApp (WA) di hari yang sama. Diketahui DD Tanjung Beringin tahap satu tahun 2020, senilai Rp307.679.200-, menurut sumber data Badan Keuangan Daerah (BKD) Kab. kaur. (Smi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here