Rusuh Demo Tolak UU Cipta Kerja, 5.918 Orang Diamankan, 240 Proses Pidana dan 87 Orang Ditahan

6
Bidik 86, Jakarta
Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengamankan sebanyak 5.918 orang dari seluruh Kepolisian Daerah (Polda) jajaran, saat aksi Unjuk Rasa (Unras) menolak Omnibus Law Undang-Undang (UU) Cipta Kerja, pada Kamis (08/10/20). Ribuan pendemo terpaksa ditangkap lantaran diduga membuat kericuhan.
“Dalam aksi berujung anarkis, Polri menangkap 5.918 orang,” kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Polri, Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol) Argo Yuwono, dalam keteranganya, Sabtu (10/10/20).
Diantara ribuan orang yang ditangkap itu, sebanyak 240 orang dinaikan statusnya ke tahap penyidikan atau dengan kata lain dilakukan proses pidana.
“Sementara 153 orang masih dalam proses pemeriksaan, 87 orang sudah dilakukan penahanan,” tekan Argo.
Mantan Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Div Humas Polri ini menekankan, penegakan hukum terhadap pendemo yang melakukan tindak anarkis, sebagai upaya Polri menjaga wibawa Negara sekaligus memelihara ketertiban dan keamanan masyarakat.
“Negara tidak boleh kalah oleh premanisme dan intoleran,” tegas Jenderal bintang dua ini.
Disisi lain Argo mengungkapkan, dari total seluruh pendemo yang telah diamankan, 145 orang diantaranya reaktif Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) setelah dilakukan rapid test. Untuk itu, Polri menghimbau agar eleman masyarakat yang menolak UU Cipta Kerja, agar menempuh jalur hukum melalui gugatan Judicial Riview ke Mahkmah Konstitusi (MK) ketimbang melakukan aksi turun yang beresiko tertular Covid-19. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here