Sambangi Kota Batu, Mentan Dukung Penelitan dan Pengembangan Tanaman Jestro

13
Bidik 86, Kota Batu
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL), melaunching Taman Sains Pertanian (TSP) Jeruk, di Balai Penelitan Tanaman Jeruk dan Tanaman Subtropika, untuk mendukung aktivitas pelatihan dan pemagangan, percontohan (show window), kerjasama bisnis dan wisata edukasi untuk konsentrasi komoditas tanaman jeruk dan tanaman subtropis, Jum’at (14/08/20).
Dari TSP Jeruk ini, Mentan berharap lahirnya kegiatan perbenihan, on farm dan pasca panen yang representatif untuk menjawab kebutuhan dari sektor pertanian.
“Pertanian menjadi sesuatu yang dibutuhkan, industri butuh pertanian dalam Negeri, oleh karena itu, kita siapin yuk,” ungkap Mentan.
Terkait inovasi yang dikembangkan dari kegiatan perbenihan di TSP jeruk ini, diantaranya teknologi produksi jeruk bebas penyakit yang dikembangkan di Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian (IP2TP) Punten dan IP2TP Tlekung, screen house (shade house) dan laboratorium. Kegiatan on farm yang dikembangkan TSP antara lain seperti teknologi jeruk sitara, bujangseta dan organik. Sedangkan kegiatan pasca panen yang dikembangkan, yaitu packing house operation dan aneka produk olahan jeruk pangan dan non pangan.
Menangkap potensi yang ada, Mentan berencana untuk menanam di areal luasan satu hektar (ha).
“Saya mau tanam jeruk dan tadi kan sudah buat vlognya, ini gimana cara tanamnya, gimana produksinya, saya mau tahu, saya coba ini hari satu ha, 1 pohon harganya Rp10.000 kan?” disampaikan dengan nada optimisnya.
Potensi yang dimiliki dari TSP jeruk di Batu, menurut Mentan adalah salah satu jawaban dari pembahasan mengenai modal majunya pertanian dalam menghadapi segala situasi tantangan yang dihadapi oleh bangsa.
“Batu terkenal dari dulu, tidak boleh mundur, pandemi Covid-19 harus dibajak menjadi sesuatu peluang yang luar biasa. Dan ini akan ada hasilnya jika kita bekerja dengan luar biasa. Indonesia tak boleh kalah dan jajaran pertanian tak boleh kalah,” pungkas Mentan.
Menjelaskan potensi TSP Jeruk di Balai ini, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Pertanian, Fadjry Jufry mengungkapkan, bahwa terdapat sinergi yang terintegrasi dari penelitan, produksi, sampai dengan pasca panen komoditas tanaman jeruk dan subtropika.
“Areal taman sains terintegrasi dan banyak produk yang kita hasilakan dan kita berkomitmen untuk menghasilkan sesuatu yang baru dan harus bisa diterima di masyarakat. Beberapa produk kita hilirisasi dan kita lekatkan dengan KUR dan BUMN,” Kata Fadjry.
Sebagai informasi, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal II 2020 minus 5,3%. Namun disaat sektor lainnya merosot, sektor pertanian masih mencatatkan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) yang positif. PDB dari sektor pertanian terhitung naik 2,19% di Q2 2020. Selama pandemi Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) (Januari-Mei 2020), permintaan ekspor buah segar meningkat cukup besar hingga mencapai 375,04 ribu ton (meningkat 31,89 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2019) dan nilai tambah ekspor meningkat 73,40 persen dibanding periode yang sama tahun 2019 (sebesar 191,23 juta US$).
Kepala Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro), Harwanto menjelaskan, produk unggulan TSP Jeruk di perbenihan, yaitu benih sumber jeruk bebas penyakit sebanyak 39 ribu yang sudah beredar di 26 Provinsi, benih sebar jeruk sebanyak 15 juta di 30 Provinsi, yang setara dengan 39 ribu ha (69%) dari total luas area panen jeruk nasional. TSP Jeruk Balitjestro menjadi rujukan utama pengembangan jeruk nasional.
Kegiatan kali ini dihadiri oleh Walikota (Walkot) Batu Dewanti Rumpoko, Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Adilla dan para Pejabat eselon I, II, Staf Khusus Menteri, lingkup Kementan dan segenap unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here