Sempat Melarikan Diri, Pemilik Sekaligus Pekerja Dompeng Maut Dicokok Satreskrim Polres Kuansing

10
Bidik 86, Kuansing
Setelah dua hari meninggalnya RO (18) akibat tenggelam dan tertimbun pasir atau tanah di lokasi Penambang Emas Tanpa Izin (Peti) di Desa Sungai Alah, Kecamatam Hulu Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau. YE (37) pemilik sekaligus pekerja dompeng emas yang melarikan diri setelah kejadian, berhasil ditangkap oleh Unit Operasi Internal Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resort (Opsnal Satreskrim Polres) Kuansing.
Kepala Polres (Kapolres) Kuansing, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Henky Poerwanto, SIK, MM, membenarkan penangkapan terhadap pelaku YE tersebut. Pelaku ditangkap pada hari Selasa tanggal 29 September 2020, pukul 22.00 WIB, di Ds. Banjar Tengah, Kec. Kamang Baru, Kabupaten Sijunjung, Sumatra Barat (Sumbar).
“Saat ini pelaku sudah diamankan di Mapolres Kuansing, guna proses penyidikan,” terang Henky.
Henky menuturkan, penangkapan terhadap YE sebagai pelaku Peti dompeng emas, menambah catatan penegakkan hukum yang dilakukan oleh jajaran Polres Kuansing.
“Selama saya setahun bertugas di Polres Kuansing ini, tercatat sebanyak 21 berkas perkara dengan 34 pelaku yang diproses hukum karena Peti,” jelas Henky.
Henky menegaskan, Polres Kuansing akan terus melakukan penertiban Peti di wilayah Kuansing ini, agar masyarakat betul-betul Sadar Hukum (Darkum) bahwa melakukan aktifitas Peti itu merupakan tindak pidana serta merusak lingkungan.
“Serta dengan adanya 2 kejadian meninggalnya pelaku Peti yang tenggelam dan tertimbun tanah atau pasir di lokasi kejadian, ini menjadi peringatan keras untuk masyarakat, bahwa melakukan aktifitas Peti sangat membahayakan keselamatan jiwa, jangan sampai ada kejadian serupa,” tegas Henky.
Di tempat terpisah, Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Hulu Kuantan, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Alchusoiri, SH, MH mengatakan, pasca kejadian meninggalnya RO, telah mendatangi Saman yakni orang tua almarhum TRO yang kesehariannya sebagai pekerja serabutan tidak menentu, kadang sebagai pekerja upah menoreh getah pohon karet milik orang lain, kadang sebagai pekerja dodos tandan sawit milik orang lain.
“Sebagai rasa empati atas musibah tersebut, Polres Kuansing melalui Kapolsek Hulu Kuantan, telah memberikan bantuan Sembako untuk kebutuhan sehari-hari kepada bapak Saman yang merupakan masyarakat asli Kuansing kelahiran Sei Pinang Hulu Kuantan,” ujar Alchusoiri. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here