Senator DPD RI: Gakkum Harus Membasmi Mafia Proyek di Aceh

29
MB86, Jakarta
Pimpinan Komite I Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), H. Fachrul Razi, MIP, mendesak Penegak Hukum (Gakkum) agar membasmi habis para mafia proyek, yang diduga terlibat dalam monopoli tender proyek di Aceh. Desas-desus mengenai mafia proyek di Aceh sudah beredar luas di Pusat.
“Sebagai orang Aceh, terus terang saya malu karena Aceh masih berada di bawah garis kemiskinan. Padahal Pemerintah Pusat setiap tahun mengucurkan belasan triliun untuk membangun Aceh pasca konflik dan tsunami,” kata Fachrul Razi, kepada MB86, Kamis, 26 Maret 2020.
Tapi sayang beribu sayang, kata dia, harapan ingin mensejahterakan rakyat Aceh justru tidak tercapai meski sudah 15 tahun pasca damai. Keberadaan mafia proyek yang memonopoli proyek di Unit Layanan Pengadaan (ULP) Aceh, dianggap menjadi salah satu kendala pemerataan ekonomi. Untuk itu, Fachrul Razi juga meminta Dinas-dinas tidak bermain dengan “mafia proyek”, karena menurutnya, Aceh butuh kesejahteraan rakyat secara menyeluruh.
“Kenapa hari ini Aceh masih miskin? Saya rasa, salah satu sebabnya karena banyaknya mafia proyek di Aceh. Dan itu bukan rahasia lagi, yang mengatur semua pemenangan tender proyek seperti desas-desus yang selama ini beredar. Karena itu, kita minta Gakkum membasmi mafia proyek tersebut, agar ada pemerataan ekonomi di Aceh,” ungkap Fachrul.
Menurut Senator Fachrul Razi, Gakkum bisa mencegah mafia-mafia tersebut berhenti memonopoli pemenangan proyek. Dengan begitu, ujarnya, tidak ada lagi perputaran uang hanya di kalangan satu kelompok saja.
“Bayangkan jika hanya satu kelompok saja yang bermain proyek, maka yang lain gigit jari. Proses peredaran uang terhambat, sehingga masyarakat susah terus, karena uang Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) dan Otonomi Khusus (Otsus) tidak beredar di masyarakat,” ungkapnya.
Fachrul Razi juga menolak pernyataan yang mengatakan, bahwa yang menikmati Dana Otsus selalu dituduhkan kepada mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan korban konflik, padahal mereka masih hidup di bawah garis kemiskinan.
“Sementara, mafia proyek masih terus menikmati hasil atas perjuangan mereka,” kecamnya.
“Karena itu, sekali lagi kami minta kepada Gakkum di Aceh, khususnya Kepolisian dan Kejaksaan, jangan takut, basmi semua mafia proyek tersebut walaupun mereka orang dekat dengan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh,” tegas Fachrul.
Senator DPD RI asal Aceh ini, juga meminta kepada masyarakat sipil dan media untuk mengawasi proyek dan penggunaan anggaran di Aceh.
“Kami sudah komunikasikan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, untuk mengawasi masalah ini dan Aceh masih dalam pantauan ketat KPK RI,” tutupnya. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here