Simpan Barang Curian di Kandang Sapi, Pelaku Diamankan Polisi

26
MB86, Kebumen
Jajaran Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resort (Sat Reskrim Polres) Kebumen, kembali mengungkap kasus Pencurian dengan Pemberatan (Curat) yang dilakukan tersangka SN (24) warga Kecamatan Karanggayam, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah (Jateng), yang  berhasil ditangkap oleh Sat Reskrim, dengan dugaan kasus pencurian yang dilakukannya di sebuah counter handphone (hp) di Jalan Ronggowarsito, Pejagoan, Kebumen, pada hari Minggu (11/04/20) lalu.
Kepala Polres (Kapolres) Kebumen, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Rudy Cahya Kurniawan menjelaskan, saat press rilis yang didampingi Kepala Satuan (Kasat) Reskrim, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Mardi, tersangka berhasil ditangkap pada hari Jum’at (24/04/20) di daerah Karanggayam Kebumen.
“Dari hasil penyelidikan (lidik) di lapangan, semua mengarah kepada tersangka SN. Sehingga hari Jum’at kemarin, tersangka kita tangkap,” kata AKBP. Rudy.
Dari tangan tersangka Polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti (bb) hasil curiannya, diantaranya 1 unit laptop Lenovo, 5 unit hp android berbagai merk, selanjutnya 113 kartu perdana berbagai operator. Selain itu, sepeda motor Yamaha Vega serta obeng juga diamankan Polisi, yang diduga sebagai alat kejahatannya saat melakukan pencurian.
Kepada Penyidik, tersangka mengaku sempat menjual beberapa barang curian dan menikmati hasilnya. Termasuk untuk membayar hutang kepada temannya.
Aksi pencurian yang dilakukan terbilang rapih. Sebelum beraksi tersangka sempat mengamati lokasi sekitar toko hingga berhari-hari.
Hingga akhirnya, modal nekat dan pengalaman mencurinya yang sering ia lakukan kepada orang tuanya, ia terapkan mencuri di counter hp itu.
“Dua hari sebelum mencuri, saya mengamati toko itu. Saya melihat dari jauh, banyak barang yang bisa dicuri jika saya berhasil masuk,” kata tersangka SN.
Akhirnya sekitar pukul 00.15 WIB, pada hari Minggu, 11 April 2020, tersangka masuk ke counter hp melalui loteng dan menggasak seluruh barang berharga yang bisa dibawanya.
Setelah berhasil mencuri, tersangka sempat panik saat akan menyimpan barang curiannya. Karena jika ia paksakan disimpan di dalam rumah, orang tua pasti akan curiga. Karena tersangka hanya pengangguran.
Selanjutnya barang-barang hasil curiannya ia simpan di kandang sapi milik orang tuanya.
Barang-barang itu secara terpisah ia jual melalui online (Facebook) dengan sistem ketemuan (COD).
Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 363 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman hukuman paling lama 7 tahun. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here