SKPP Riau Akan Belajar 2 Bulan, Sertifikasi dari Bawaslu RI

17
MB86, Pekanbaru
Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Riau, meresmikan Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP) se-Prov. Riau, Senin, 04 Mei 2020.
Peresmian SKPP Prov. Riau hari ini, dilakukan oleh Ketua Bawaslu Riau, Rusidi Rusdan, disaksikan Anggota dan Kepala Sekretariat Bawaslu Riau beserta Kepala Sub Bagian (Kasubag) dan Kelompok Kerja (Pokja) SKPP Bawaslu Riau.
Dalam kegiatan tersebut, Ketua dan Anggota Bawaslu Prov. Riau, menyampaikan arahan kepada seluruh peserta yang telah memenuhi syarat atau telah lulus administrasi, serta menyampaikan harapan agar seluruh peserta yang berjumlah 689 orang menjalani pembelajaran SKPP melalui daring dengan serius.
SKPP Bawaslu dicetuskan bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) Bawaslu ke-12, pada tanggal 09 April 2020 yang lalu, secara resmi telah dibuka oleh Ketua Bawaslu RI yang dihadiri oleh seluruh Pimpinan dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Bawaslu Repubilik indonesia (RI) di Jakarta, bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tanggal 02 Mei 2020.
Pendaftaran kegaiatan ini tanpa dipungut biaya alias gratis, dengan cara  mendaftar secara online pada tanggal 05 sampai 12 April 2020, kemudian 12 sampai 30 April 2020, pendaftar diseleksi administrasi oleh Bawaslu.
Dari tanggal 05 sampai dengan 31 Mei 2020, peserta akan melakukan pembelajaran melalui audio visual, para peserta merangkum materi-materi yang telah diberikan. Kemudian dilanjutkan diskusi dengan menggunakan aplikasi video konferensi dari tanggal 01 Juni sampai dengan 15 Juni 2020. Pada tahapan ini, peserta melakukan diskusi daring dengan para Anggota Bawaslu Prov. Riau maupun Bawaslu Kabupaten/Kota se-Riau dan untuk tahap terakhir adalah pelaksanaan ujian, yang rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 17 sampai dengan 30 Juni 2020.
Dalam sambutannya, Neil Antariksa, Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga (Kordivwashubal) Prov. Riau  mengungkapkan, bahwa sampai dengan batas waktu pendaftaran yang telah ditetapkan khusus di Riau, terdapat sebanyak 764 pendafatar. Dari 764 pendaftar tersebut jumlah peserta yang lulus administrasi ada sebanyak 689 peserta SKPP se-Riau. Dengan rincian, jumlah laki-laki sebanyak 425 peserta dan perempuan sebanyak 264.
Untuk jumlah peserta per Kab./Kota se-Prov. Riau, terbanyak berada di Kota Pekanbaru dengan jumlah peserta sebanyak 250 peserta. Sedangkan untuk Kab./Kota yang lain, dengan rincian sebagai berikut.
Untuk Kab. Kampar sebanyak 112 peserta, Kab. Bengkalis 53 peserta, Kab. Rokan HIlir (Rohil) sebanyak 50 peserta, Kab. Rokan Hulu (Rohul) 35 peserta, Kab. Siak 49 peserta, Kab. Indragiri Hilir (Inhi) 41 peserta, Kab. Indragiri Hulu (Inhu) 22 peserta, Kab. Kuantan Singingi 31 peserta, Kab. Pelalawan 25 peserta, Kab. Kepulauan Meranti 14 peserta dan Kota Dumai sebanyak 13 peserta.
Usai melakukan lounching SKPP daring, Ketua Bawaslu Riau, Rusidi Rusdan menjelaskan, bahwa usai mengikuti pendidikan, peserta SKPP daring ini akan disertifikasi oleh Bawaslu RI. Tujuan SKPP daring yaitu, pertama untuk menggugah partisipasi masyarakat dalam melakukan pengawasan proses Pemilihan Umum (Pemilu), proses Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), yang disebut pengawasan partisipasi yang berbasis masyarakat. Kedua, sebagai sarana pendidikan Pemilu dan Pilkada bagi masyarakat.
Ketiga, sebagai pembentukan pusat pendidikan pengawasan Pemilu dan Pilkada secara berkesinambungan. Dan keempat, yaitu menciptakan aktor-aktor pengawas dan kader penggerak pengawasan, pengawasan partisipatif, kader penggerak pengawasan partisipatif yang ada di Indonesia khususnya di Prov. Riau. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here