Syahrul Aidi: Pembelian Karet Oleh Negara Segera Direalisasikan, Jangan Sampai Petani di PHP

23
MB86, Pekanbaru
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Daerah Pemilihan (DPR RI Dapil) Riau II, Syahrul Aidi Maazat, meminta Kementerian untuk segera melakukan pembelian karet rakyat. Hal itu dimintanya, setelah Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), memutuskan untuk membeli karet rakyat senilai Rp100 milyar.
“Kita minta Kementrian PUPR sesegera mungkin untuk melaksanakan agenda pembelian karet rakyat tersebut. Dimana saat ini, wabah Corona Virus Desease 2919 (Covid-19) turut memperparah kondisi ekonomi petani karet di Kalimantan dan Sumatera. Ketika kebijakan itu segera dieksekusi, maka resesi ekonomi pasca penanggulangan Covid-19 nantinya tidak terlalu berimbas kepada para petani” terang Syahrul Aidi, saat dihubungi pada Kamis (16/04/20).
Langkah awal yang dilakukan yaitu menunjuk siapa perpanjangan tangan Kementrian PUPR untuk bertransaksi dengan masyarakat. Atas nama institusi apa dan bagaimana teknis pembeliannya. Apakah itu melalui Badan Usaha Milik Daerah/Badan Usaha Milik Negara (BUMD/BUMN) atau pihak ketiga.
“Kemudian spesifikasi karetnya juga agar diperjelas, agar petani bisa mempersiapkan spesifikasi produknya nanti,” imbuh Syahrul.
Syahrul Aidi juga berharap, agar kebijakan ini jangan sampai masyarakat di-Pemberi Harapan Palsu (PHP)-kan. Karena saat ini petani karet menjerit, baik karena industri karet yang makin tak jelas atau karena wabah Covid-19, sehingga memperburuk keadaan.
Dia mencontohkan, para petani karet di Riau yang saat ini makin mengeluhkan dengan harga karet. Ditambah lagi kekhawatiran efek jika wabah Covid-19 ini selesai atau bahkan makin lama.
“Petani di Riau saat ini mengkhawatirkan kondisi harga karet. Alhamdulillah, setelah kita informasikan adanya pernyataan Pak Basuki, kalau kementrian PUPR akan membeli karet petani, mereka senang dan gembira. Maka, kita minta jangan sampai kegembiraan yang mereka rasakan ini pudar,” harapnya.
Kita juga berharap, sambung Syahrul Aidi, pembelian ini tidak pada masa wabah Covid-19 ini saja. Harus terus berlanjut dan meningkat permintaannya. Karena petani besar harapan kepada Negara. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here