Terkait BST, Ini Penjelasan Kemensos

35
MB86, Tangerang
Mensos Juliari P Batubara menjelaskan, wabah Corona Virus Desease (Covid-19) yang melanda tanah air telah menyebabkan banyak warga yang membutuhkan pertolongan.
“Saat ini banyak masyarakat yang tadinya hidupnya tidak susah lalu menjadi susah karena wabah Covid-19 dan membutuhkan bantuan juga,” kata Mensos, saat meninjau pembagian BST di Kantor Pos Curug, Sabtu (25/04/20).
Mensos meminta warga penerima bantuan untuk jujur, apakah dirinya masih layak menerima bantuan atau tidak, sehingga jangan sampai menerima bantuan ganda.
“Ibu-ibu harus jujur dan katakan pada suaminya jika sudah menerima bantuan dari Pemerintah. Hal ini penting, agar tidak terjadi double bantuan di satu keluarga,” tambah Mensos.
Mensos menjelaskan, bantuan yang diberikan Pemerintah ini merupakan wujud Negara hadir di masyarakat. Untuk itu, setiap warga yang sudah terverifikasi terdampak Covid-19 mendapatkan bantuan tunai sebesar Rp600 ribu per keluarga per bulan.
Bantuan tersebut akan disalurkan selama 3 bulan berturut-turut yang akan dibagikan langsung ke rumah warga.
“Pertama via PT. Pos, terutama untuk penerima manfa’at yang tidak punya rekening di bank, tapi selebihnya langsung dari rumah ke rumah supaya tertib,” ujar Mensos.
102.727 Warga Kab. Tangerang Terima BST
Sebanyak 102.727 warga Kabupaten Tangerang, Jawa Barat (Jabar) yang terdampak Covid-19 hari ini mulai mendapatkan bantuan sosial tunai (BST) dari Kementerian Sosial (Kemensos).
Bantuan tersebut merupakan bagian dari program jaring pengaman sosial sesuai dengan Keputusan Mensos, Nomor 54/HUK/2020 tentang Pelaksanaan Bansos Sembako dan BST Dalam Penanganan Dampak Covid-19.
Jumlah penerima BST di Provinsi Banten sebanyak 343.269 Keluarga Penerima Manfa’at (KPM), tersebar di 6 Kab/Kota. Kab. Tangerang sejumlah 102.727 KPM. Usulan daerah 74.155 KPM. Untuk Kecamatan Curug sejumlah 799 KPM tersebar pada 7 Desa/Kelurahan.
Juliari menjelaskan, bantuan yang diberikan itu tidak akan merata ke seluruh masyarakat di Kab. Tangerang, karena Pemerintah memprioritaskan penyaluran bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Ini perlu ditekankan juga, jadi bisa 1 Rukun Warga (RW) isinya 100 (keluarga) yang dapat 20, bisa. Karena memang datanya kita terima seperti itu, jadi gak mungkin semuanya dapat,” jelasnya.
Juliari mengatakan, pihaknya menerima data penerima bantuan dari Pemerintah Daerah (Pemda) setempat, namun sebelum disetujui Kemensos juga melakukan verifikasi dari data terpadu. Dengan demikian, penerima bantuan yang sudah ada seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan lain-lain, tidak lagi menerima BST.
“Kalau sudah terima PKH kita hilangin, yang terima kartu Sembako kita hilangkan juga. Jadi non-PKH dan Sembako, enggak ada Covid-19 juga dapat,” ujarnya.
BST kepada masyarakat disalurkan melalui Himpunan Bank Pemerintah (HIMBARA) dan PT. POS Indonesia, bagi yang tidak memiliki rekening di bank Anggota Himbara seperti Bank Negara Indonesia (BNI), Mandiri, Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Tabungan Negara (BTN). (Red)
Sumber
UHH Ditjen Penanganan Fakir Miskin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here