Terkait RUU Cipta Kerja “Omnibus Law,” Ketua DPRD Banten Tampung Masukan Lintas Sektor

29
MB86, Serang
Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja Omnibus Law yang sedang dibahas Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) saat ini menjadi atensi banyak pihak, khususnya dunia usaha dan kerja.
Sebagaimana diketahui, dua pekan sejak RUU Cipta Kerja diserahkan oleh Pemerintah ke DPR RI, tepanya pada tanggal12/02/20 kemarin, ruang publik dipenuhi oleh diskursus perihal tersebut, seperti halnya Dewan Pengupahan Provinsi (Depeprov) dan Lembaga Kerja Sama (LKS) Tripartit Banten, yang turut ambil bagian dalam menyuarakan RUU Cipta Kerja perihal ketenagakerjaan, saat beraudiensi dengan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Prov. Banten, Rabu (26/02/20).
Ketua DPRD Prov. Banten, Andra Soni, dalam sambutannya menyatakan, bahwa sudah menjadi kewajibannya selaku Legislatif, terkait mendengar, menampung, serta menyalurkan aspirasi, baik dari masyarakat maupun dari dunia usaha dan kerja yang ada di Banten.
“Terlebih hal tersebut menyangkut hajat hidup orang banyak,” ujarnya.
Andra Soni, juga memberi kesempatan kepada masing-masing unsur Depeprov dan LKS, untuk dapat menyampaikan pandangan dan masukannya terkait dinamika RUU Cipta Kerja, agar kiranya ia bisa mendapat pandangan secara rinci dari seluruh sektor yang ada di Banten, yang nantinya dapat dipelajari dan didiskusikan, untuk kiranya aspirasi tersebut dapat disampaikan secara langsung ke DPR RI, melalui mekanisme yang ada.
Andra juga menyebut, jika memungkinkan, akan membawa serta perwakilan Depeprov dan LKS Tripartit Banten, dalam penyampaiannya.
“Agar ada interaksi serta komunikasi dua arah yang cukup dan bukan hanya sekedar seremoni,” imbuhnya.
Dalam kesempatan penyampaiannya, Ketua Depeprov Ex Officio, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Kadisnaker) Provinsi Banten, Al Hamidi menuturkan, bahwa dinamika RUU Cipta Kerja Omnibus Law, pada lintas sektor khususnya ketenagakerjaan, sangat menjadi atensi dirinya serta seluruh jajaran Naker Provinsi, untuk terus mengikuti perkembangan serta terus melakukan komunikasi dengan berbagai pihak, baik dengan Serikat Pekerja dan Pengusaha (Apindo-red) se-Banten.
Hal tersebut kiranya ia lakukan, agar hubungan industrial serta iklim usaha di Prov. Banten, dapat tetap terjaga dalam situasi-situasi seperti ini, adapun salah salah satu upayanya adalah seperti saat ini yang juga mendiskusikan hal tersebut langsung dengan Ketua DPRD Prov. Banten, yang alhamdulillah mendapat sambutan luar biasa.
“Dinamika ini menjadi sebuah tanggungjawab bersama antara Eksekutif, Legislatif serta unsur Pengusaha dan Pekerja, untuk bersama-sama dapat menjaga kondusifitas wilayah,” Kata Ketua Depeprov Banten.
Adapun dalam kesempatan audiensi tersebut, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) juga menyampaikan pandangannya terkait RUU Cipta Kerja Omnibus Law, menurutnya, dengan waktu yang cukup singkat ini, harus ada edukasi regulasi terkait RUU tersebut, agar tidak menjadi multi tafsir. Kementerian sektor serta turunannya, kiranya dapat membuat satu paparan komprehensif kepada dunia kerja dan usaha di Banten, agar ada pemahaman yang sama.
Karenanya, kondisi seperti ini sangat rentan terhadap dunia usaha, untuk itu Prov. Banten membutuhkan stabilitas, agar kiranya pertumbuhan yang sedang dipupuk saat ini, dapat terjaga oleh harmonisnya hubungan industrial dan iklim usaha yang kondusif di Prov. Banten.
Senada dengan Apindo, dari Serikat Pekerja juga menyampaikan beberapa hal yang sekira kurang atau belum berkenan terkait RUU Cipta Kerja untuk ketenagakerjaan, lainnya adalah tetap meminta agar Depeprov dapat tetap berperan dalam merekomendasikan besaran Upah Minimum Provinsi (UMP) kepada Gubernur.
Turut hadir dalam audiensi dengan Ketua DPRD Prov. Banten, Ketua Depeprov Banten Ex Officio Kadisnaker Banten Al Hamidi, Disnaker Karna Wijaya, Pakar Asep Hasbulla Busro, Perguruan Tinggi Epi Hasan Rifai, Apindo Yakub, Apindo Jhon A Nikijuluw, HM Nasru Tamin SP KEP, Sugiarno KSPSI, Redi Darmana bin Idrus dari FSPI beserta jajajaran Disnaker Provinsi dan Sekretariat Dewan Pengupahan Banten. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here